**Kediaman Rumah Hanum
"Papah tidak pulang lagi, pasti dia ada main sama perempuan lain," gumam Hanum lirih. Sejak dia tak sengaja bertemu dengan Ina dan Ita, dan salah seorang dari mereka yang menyebut kata hotel, Hanum menjadi sering curiga kepada suaminya itu.
"Aku yakin, papah ada hubungan sama perempuan yang di pantai kemarin," telaah Hanum.
Wanita itupun segera mengambil ponselnya dan menelpon Hassan. Namun nomor Hassan tidak aktif. Dengan napas memburu, Hanum pun berjalan hilir mudik di depan kamarnya.
"Nyonya, kok belum tidur," sapa sebuah suara.
Hanum terkesiap mendengar suara tersebut, kemudian dia menoleh ke asal suara. Dia melihat Bi Iyem sedang berdiri di dekatnya.
"Eh, Bibi ... saya belum ngantuk, Bi, ini mau nonton tivi," kata Hanum beralasan.
"Oh, gitu," angguk Bi Iyem.
"Bibi sendiri, mau ngapain?" Hanum balik bertanya.
"Saya mau buang air, Nyonya," jawab Bi Iyem. Asisten Rumah Tangga itu menempati sebuah kamar pembantu yang tidak memiliki kamar mandi dalam.
"Oh, ya sudah silahkan, Bi," angguk Hanum kemudian masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak ingin perasaan hatinya diketahui oleh Bi Iyem.
Di dalam kamar, Hanum menyandarkan tubuhnya pada dinding kamar, dan perlahan tubuhnya merosot ke bawah. Entah kenapa, Hanum tiba-tiba merasakan sesak. Tanpa disadari bulir bening mengalir di pipinya.
"Apa suamiku punya selingkuhan? Atau hanya perasaanku saja? Tapi, aku belum punya bukti yang kuat, jadi aku tidak berani menuduh suamiku." Hanum bermonolog pada dirinya sendiri.
"Aku harus cari bukti, tapi gimana caranya?" gumam Hanum lirih.
Perlahan Hanum bangkit berdiri. Dia membuka lemari pakaian, dan mencari sesuatu. Namun dia tidak menemukan apapun di sana.
"Ngapain juga aku cari bukti di lemariku sendiri? Aneh-aneh saja," lirih Hanum kemudian terkekeh pelan menertawai kekonyolannya sendiri.
Tiba-tiba Hanum teringat dengan ruangan khusus di rumah itu, tempat kerja Hassan dan juga tempat menyimpan berkas-berkas penting.
Wanita itupun bergegas keluar kamar, dan berj…
Dunia Aisyah
Mencari Bukti
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 98 Episodes
Comments