Jam menunjukkan pukul 18.30 WIB ketika mobil SUV hitam milik Sael memasuki halaman rumah.
"Baru pulang, Sael?"
Suara berat dan dingin itu tiba-tiba terdengar dari arah belakang, Sael yang terkejut refleks menarik badannya ke atas hingga kepalanya membentur bingkai pintu mobil dengan keras.
𝘋𝘶𝘨
"Awww..." Sael merintih pelan, memegangi belakang kepalanya yang berdenyut. Begitu ia berbalik, ia mendapati Aeros sudah berdiri menjulang di belakangnya.
"Kak Aeros? Kamu ngapain di sini?" tanya Sael sambil mengerutkan kening.
"Pertanyaanku belum kamu jawab, Sael. Dari mana? Lembur lagi?" tanya Aeros lambat.
"Tadi ada temen ngajak makan bareng," jawab Sael jujur.
Aeros menatap Sael yang masih meringis kecil sambil mengusap kepala belakangnya. Ada rasa bersalah Sael kesakitan karena ulahnya, tapi wajahnya tetap terkunci dalam ekspresi datar.
"Lain kali hati-hati. Makanya jangan melamun," ujar Aeros datar, meski tangannya hampir saja bergerak sendiri untuk memeriksa memar di kepala Sael. Ia terpaksa mengepalkan tangan di dalam saku celananya untuk menahan dorongan itu.
"Ya, Kakak lagian muncul kayak hantu, mana suara gede banget lagi," gerutu Sael sambil mengerucutkan bibirnya kesal, melangkah melewati Aeros menuju pintu utama rumah.
Aeros hanya diam, mengekor di belakang Sael. Aroma parfum Sael yang manis bercampur segar menguar, menyapa penciumannya. Aeros tidak bisa menyembunyikan seringai tipis diwajahnya.
Sebenarnya, Aeros tahu persis dengan siapa Sael pergi sore tadi, tapi ego dan rasa penasarannya memaksa bibirnya untuk memancing Sael.
Sore tadi, sekitar pukul 17.30 WIB, Aeros sedang berada di dalam mobilnya, terjebak macet tepat di depan sebuah rumah makan yang terbuka. Matanya yang jenuh mendadak terpaku pada satu figur yang sangat ia kenal di dalam rumah makan tersebut.
𝘚𝘢𝘦𝘭
Sael sedang duduk berhadapan dengan seorang laki-laki bertubuh tegap. Aeros bisa melihat bagaimana mata Sael menyipit jenaka saat tertawa kecil dan merespon ucapan laki-laki itu.
Detik itu, dada A…
The Architecture Of Us
Bab 9 : Dibalik Dinding Es
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments