Malam semakin larut saat mobil Aeros akhirnya berhenti di depan gerbang rumah Sael. Sepanjang perjalanan, tangan kiri Aeros tidak pernah melepas genggamannya pada tangan Sael, sesekali ia mengusap punggung tangan gadis itu dengan ibu jarinya.
"Makasih ya buat malam ini, Kak. Pastanya, terus... semuanya," ucap Sael, menatap Aeros dengan senyum yang tidak luntur sejak di kafe.
Aeros ikut tersenyum, membawa tangan Sael ke bibirnya dan mengecupnya sekilas. "Sama-sama. Tidur yang nyenyak. Besok aku antar kerja, nggak ada penolakan."
Sael tertawa kecil, mengangguk sebelum membuka pintu mobil. Namun, begitu pagar rumah digeser, pemandangan di teras langsung membuat Sael menepuk jidatnya.
Di sana, duduk di kursi rotan dengan posisi kaki menyilang bergaya ala bos besar, Kael memakai kacamata hitam—padahal ini sudah hampir tengah malam—dan memegang sebuah cangkir kosong yang ia putar-putar dengan gaya sok keren.
"Ekhem! Bagus ya, jam segini baru balik," sahut Kael dengan nada yang dibuat-buat.
Aeros yang ikut turun dari mobil untuk mengantar Sael sampai teras langsung terkekeh. "Gayamu, Kael. Buka dulu itu kacamata, emang kelihatan?"
Kael menurunkan kacamatanya ke ujung hidung, mengerling jahil ke arah Aeros dan Sael bergantian. Matanya langsung tertuju pada tangan mereka yang sempat bertautan, lalu beralih ke wajah Sael yang tampak jauh lebih cerah dan merona.
"Wah, wah, wah. Dari wajahnya sih, kayaknya misi makcomblang ku berhasil," cetus Kael, bangga. Ia berdiri dan melipat tangannya di dada. "Gimana, Sael? Minimal bilang makasih gitu ke kembaranmu yang genius ini."
Sael memutar bola matanya, meski tidak bisa menahan tawa. "Serah kamu deh."
Aeros hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Kael. Ia melangkah mendekat, lalu menepuk bahu cowok itu agak keras hingga Kael hampir tersedak ludahnya sendiri.
"Iya, makasih ya. Nanti komisinya aku transfer," kelakar Aeros yang langsung disambut binar cerah di mata Kael.
"Nah, ini baru namanya calon ipar idaman! Nggak kayak ya…
The Architecture Of Us
Bab 34 : Perang Dingin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Fazira
aeros kamu nggak perlu cemburu, kamu udah menang
2026-07-09
2