Kafe Aeros malam itu sengaja ditutup lima belas menit lebih awal dari jadwal biasanya. Para karyawan sudah pulang setelah membersihkan area depan, menyisakan ketenangan di dalam ruangan yang kini dipenuhi aroma pekat biji kopi toraja yang baru saja dipanggang.
Begitu sampai di kafe, Sael langsung melepas 𝘣𝘭𝘢𝘻𝘦𝘳 hitamnya, menyisakan kemeja satin putih tanpa lengan yang pas di tubuhnya.
Ia duduk di atas meja konter bar utama—tepat di samping mesin espresso besar milik Aeros.
Kedua kaki Sael yang jenjang berayun santai di udara, sementara matanya yang jernih mengikuti setiap pergerakan Aeros yang sedang mempersiapkan permintaannya.
"Ini stroberinya," ucap Aeros, meletakkan sebuah mangkuk keramik berisi buah stroberi merah segar yang sudah dipotong rapi, berdampingan dengan secangkir kecil cokelat hitam cair yang masih mengepulkan uap hangat.
Aeros tidak kembali ke balik konter. Pria itu justru melangkah mendekat, duduk disamping Sael. Posisi ini membuat wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.
Sael tersenyum manis, sama sekali tidak merasa terintimidasi. Ia mengambil satu potong stroberi, mencelupkannya ke dalam lelehan cokelat, lalu alih-alih memakannya sendiri, ia justru mengarahkannya ke depan bibir Aeros.
"Aaa..." pinta Sael, menyuruh Aeros membuka mulut.
Aeros terkekeh pelan, menerima suapan itu dengan patuh. Sambil mengunyah, tangannya bergerak naik, melingkar dengan protektif di pinggang ramping Sael, menahan posisi gadis itu agar tidak tergelincir dari meja yang licin.
"Enak?" tanya Sael, ibu jarinya bergerak lembut mengusap sudut bibir Aeros yang terkena sedikit noda cokelat.
"Manis," jawab Aeros, suaranya mendadak berubah menjadi lebih berat dan dalam. Tatapan matanya tertuju pada bibir Sael yang malam ini tampak begitu mengundang di bawah temaramnya lampu bar. "Tapi kayaknya ada yang lebih manis."
Sael yang menangkap sinyal berbahaya itu langsung mengalungkan kedua lengannya di tengkuk Aeros, menarik tubuh pria itu agar semakin menempel pada tubuhn…
The Architecture Of Us
Bab 43: Isi Kepala sang Barista
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Fazira
keenam kalinya mereka kiss
kenapa aku malah jadi ngitungin😄
2026-07-09
2