Hari kepindahan pun tiba. Halaman rumah orang tua Sael sejak pagi sudah sibuk dengan aktivitas beberapa orang pekerja yang menaikkan kardus-kardus besar ke dalam mobil boks.
Sael berdiri di kamar lamanya, menatap ruangan yang kini terasa lengang. Sebagian besar bukunya, pakaian, dan barang-barang pribadinya sudah dikemas rapi.
Aeros yang baru saja menaikkan koper terakhir ke bagasi mobil SUV-nya berjalan masuk ke kamar. Ia menghampiri Sael, lalu melingkarkan lengannya di pinggang sang istri dari belakang, mengecup sekilas bahunya. "Semua barang sudah aman di mobil, Sayang. Siap untuk pamit?"
Sael mengangguk pelan, mendadak ada rasa haru yang menggelitik dadanya.
Namun, sebelum mereka benar-benar melangkah keluar, langkah Aeros terhenti saat melihat mobil sedan hitam yang sangat ia kenali baru saja berhenti di depan pagar. Rupanya, kedua orang tua Aeros sengaja datang untuk mengantar kepindahan anak dan menantu mereka.
Papa Aeros turun dari mobil, berjalan menghampiri anak laki-lakinya yang kini sudah menjadi seorang kepala keluarga. Ada binar bangga yang tak bisa disembunyikan dari mata pria paruh baya itu. Ia menepuk kedua bahu Aeros.
"Jaga istrimu dengan baik, Ros. Mulai hari ini, nakhoda kapal ada di tanganmu. Jadilah pria yang lebih sabar dan bijaksana," ucap Papa Aeros, sebuah nasihat singkat dari seorang ayah yang sangat dihormati Aeros.
Aeros mengangguk patuh. "Pasti, Pa. Terima kasih untuk semuanya."
Sementara itu, Mama Aeros langsung menghampiri Sael, menggenggam kedua tangan menantunya itu dengan lembut sembari menyelipkan sebuah kotak kecil berisi resep-resep masakan legendaris keluarga mereka. "Kalau Aeros mulai menyebalkan karena terlalu sibuk dengan urusan kafe, laporkan ke Mama, ya? Dia mungkin sudah jadi bos besar di luar sana, tapi di depan Mama, dia tetap anak laki-laki yang bisa Mama jewer."
Aeros yang mendengar itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil meringis pelan, memicu tawa renyah dari Papa Aeros dan Sael.
Begitu mereka m…
The Architecture Of Us
Bab 67: Air Mata di Ambang Pintu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Fazira
Kael Kael sedih juga ya ditinggal 🤭
2026-08-15
0