Cahaya matahari yang terik menerobos masuk melalui celah-celah gorden kamar, membentuk garis-garis emas di atas lantai.
Ketika Sael perlahan membuka kelopak matanya yang terasa berat, pandangannya langsung tertuju pada jam dinding digital yang terpasang di sudut ruangan.
𝟏𝟏:𝟏𝟓
Sael mengerjapkan matanya beberapa kali, mengira dirinya salah lihat. Namun, angka itu tetap sama. Ia terlonjak kaget dan berniat untuk langsung duduk, namun detik itu juga, sebuah ringisan tertahan lolos dari bibirnya.
"Awhh..."
Sael memegangi pinggangnya. Seluruh tubuhnya—mulai dari bahu, pinggang, hingga ke ujung kaki—terasa luar biasa pegal dan linu.
Setiap kali ia menggeser tubuhnya di balik selimut tebal, rasa sakit yang asing langsung menjalar, mengingatkannya secara paksa pada apa yang terjadi di atas ranjang ini semalaman suntuk hingga menjelang fajar.
"Sudah bangun, hm?"
Suara bariton yang berat dan renyah khas orang baru bangun tidur terdengar dari arah samping.
Sael menoleh dan menemukan Aeros yang sudah bersandar pada kepala ranjang. Pria itu tampak sangat santai tanpa mengenakan atasan, hanya berbalut celana kain panjang, memamerkan dada bidang dan otot perutnya yang terekspos bebas.
Di tangannya, sebuah tablet kerja digital menyala, namun fokus pria itu kini sepenuhnya beralih pada sang istri.
Melihat Sael yang merona merah sembari menarik selimut hingga sebatas hidung, Aeros terkekeh rendah. Ia meletakkan tabletnya, lalu bergeser mendekat dan mengecup pelipis Sael dengan gemas.
"Kenapa bersembunyi? Kemarin malam sepertinya kamu tidak se-pemalu ini, Sayang," goda Aeros, binar jenaka terpancar jelas dari manik mata gelapnya.
Sael memelototkan matanya dari balik selimut, "Kak Aeros... ini sudah jam sebelas siang! Kenapa tidak membangunkan aku? Badanku... badanku rasanya sakit semua."
"Aku tahu," jawab Aeros santai, tangannya bergerak mengusap puncak kepala Sael yang sedikit berantakan. "Makanya aku sengaja nggak membangunkanmu. Lagian, kamu itu tidurnya kaya bayi setelah aku bua…
The Architecture Of Us
Bab 65: Sinar Pagi yang Terlambat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Fazira
pasutri ini emang beda 😍😍
2026-08-13
0