Hanya butuh waktu kurang dari dua menit sampai ponsel di genggaman Sael bergetar. Sebuah balasan singkat masuk, namun berhasil membuat sudut bibir Sael terangkat.
[ 𝐏𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐀𝐞𝐫𝐨𝐬 ]
𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘳𝘢𝘮𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶. 𝘋𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢.
Sael segera beranjak dari ayunan, meletakkan cangkir tehnya, dan bersiap-siap. Ada rasa gugup, tapi entah kenapa rasanya menyenangkan.
Satu jam kemudian, Sael sudah mendorong pintu kaca kafe Aeros. Lonceng kecil di atas pintu berdenting halus. Malam ini pengunjung kafe tidak terlalu banyak, hanya ada beberapa pasang pelanggan di sudut ruangan.
Aeros tidak terlihat di balik meja barista, membuat Sael langsung melangkah menuju ruangan di bagian belakang kafe—tempat yang biasa Aeros gunakan untuk beristirahat atau mengecek pembukuan.
Begitu pintu diketuk dan dibuka, Sael menemukan Aeros yang tengah berdiri di dekat jendela, langsung menoleh ke arahnya. Pria itu melempar senyum hangat, seolah memang sudah menunggu kedatangan Sael.
"Hai," sapa Aeros lembut, "Tepat waktu banget. Mau minum sesuatu? Aku buatin?"
"Nggak usah, Kak. Aku ke sini cuma mau... ngomong sebentar," jawab Sael pelan, ia menutup pintu di belakangnya.
Aeros berjalan mendekat, lalu duduk di sofa panjang dan menepuk ruang kosong di sebelahnya, mengisyaratkan Sael untuk duduk. Sael melangkah maju, namun alih-alih duduk di sofa, ia memilih berdiri tepat di depan Aeros, meremas tali tas selempangnya dengan gugup.
"Kak Aeros ingat kan, waktu di kafe minggu lalu aku bilang aku takut kalau kita terlalu buru-buru?" Sael memulai, suaranya sedikit bergetar namun tatapannya lurus menatap mata cokelat Aeros.
Aeros mendengarkan dengan saksama, lalu mengangguk pelan.
"Akhir akhir ini ini aku banyak merenung, Kak. Aku mikirin ucapan Kakak," lanjut Sael, menarik napas, menata debar jantungnya. "Tujuh tahun di luar negeri buatku kerasa cepat karena aku sibuk berobat dan kuliah. Tapi setelah tahu kalau Kakak nungguin aku selama itu... aku sadar kalau aku egois kalau masih mera…
The Architecture Of Us
Bab 29 : Kapal yang Akhirnya Berlayar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
nebula🌌
yesss!! dari awal udah nunggu momen iniii😍
2026-07-07
2
Fazira
akhirnya jadian juga😍
pacing-nya cepat, tapi masih enak dibaca😍💪💪
2026-07-09
1