Kata-kata Sael itu menghantam Valeria tepat di ulu hati. Senyum meremehkan yang sejak tadi bertengger di wajah wanita berambut ikal itu lenyap dalam sekejap, digantikan oleh rona merah menahan malu dan keterkejutan yang luar biasa.
Valeria mengerjap beberapa kali, mulutnya agak terbuka namun tidak ada satu kata pun yang berhasil lolos dari tenggorokannya. Ia benar-benar mati kutu.
Di dalam kepalanya, ia mengira Sael hanyalah gadis kantoran biasa yang akan menangis atau merajuk manja saat diprovokasi. Ia sama sekali tidak siap berhadapan dengan Sael yang ini.
Dengan tangan yang gemetar menahan kesal, Valeria menyambar tas desainer miliknya dari atas meja bar.
"Fine! Selera kamu beneran udah berubah ya, Ros!" sentak Valeria ketus. Ia berbalik dengan menghentakkan kakinya keras-keras, berjalan cepat meninggalkan kafe.
𝘉𝘳𝘢𝘬
Suara pintu kaca kafe yang ditutup dengan kasar.
Begitu ruangan kembali tenang, Sael langsung melepaskan tangan Aeros dari pinggangnya. Ia melipat tangan di dada, mendongak menatap Aeros dengan sepasang mata jernih yang kini menyipit tajam.
"Jadi... sering nemenin begadang di perpustakaan ya, Kak?" goda Sael, ada sedikit nada cemburu yang menggemaskan di sana.
Aeros tertawa renyah. Ia menangkup kedua pipi Sael dengan tangannya, mengusapnya lembut dengan ibu jari. "Demi Tuhan, Saelen. Satu kelompok proyek akhir itu ada lima orang, dan dia cuma salah satunya. Aku bahkan nggak pernah ingat kalau pernah nemenin dia begadang."
"Beneran?" Sael mengerucutkan bibirnya.
"Beneran," bisik Aeros parau, menundukkan kepalanya untuk mengecup singkat bibir ranum Sael yang maju beberapa senti itu. "Lagian, kamu tadi keren banget. Aku hampir lupa kalau pacarku ini pengacara yang bisa bikin orang mati kutu dalam hitungan detik."
Sael akhirnya tidak bisa menahan senyum simpulnya.
(POV Aeros)
Sejak awal Valeria melangkah masuk ke kafeku sekitar tiga puluh menit yang lalu, aku sudah tahu kehadirannya hanya akan membawa repot. Bagiku, dia tidak lebih dari sekadar nama dari…
The Architecture Of Us
Bab 48: Posesif yang Seksi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments