Sinar matahari pagi yang hangat menembus celah gorden kamar mereka, jatuh tepat di atas wajah Sael. Ia mengerjap pelan, menyesuaikan penglihatannya dengan terangnya ruangan.
Rasa kantuknya perlahan menghilang begitu merasakan sebuah lengan kekar dan hangat masih melingkar di pinggangnya, memeluknya dari belakang tanpa niat untuk melepas.
Sael membalikkan tubuhnya perlahan di dalam kukungan selimut.
Tepat di depannya, Aeros masih tertidur pulas. Rambut hitam pria itu sedikit berantakan, jatuh menyentuh keningnya, memberikan kesan santai yang sangat berbeda dari sosok tegas yang biasa dilihat orang-orang di luar sana.
Sael tersenyum geli, ia mengulurkan tangan, iseng merapikan anak rambut Aeros dengan ujung jarinya.
Namun, baru saja jemarinya bergerak, pergelangan tangannya langsung ditangkap dengan gerakan cepat.
Aeros membuka mata, suara seraknya khas bangun tidur terdengar begitu berat di dekat telinga Sael. "Pagi. Sengaja ya mau bangunin aku?"
Sael tersentak mendengar suara Aeros. "Pagi, Kak. Enggak kok, cuma gemas aja lihat rambutnya berantakan."
Aeros terkekeh rendah, ia menarik Sael mendekat kearahnya, lalu mengecup puncak kepala Sael. "Mau peluk begini terus atau mau sarapan? Perutku sudah bunyi, tapi pelukan ini terlalu nyaman buat dilepas."
"Sarapan, Kak. Hari ini kita kan harus mulai mencicil sisa barang yang belum dirapikan," jawab Sael sambil menepuk dada bidang Aeros pelan.
Aeros menghela napas pasrah. Dengan enggan, ia melepas dekapannya dan membiarkan Sael beranjak lebih dulu ke kamar mandi, sementara dirinya duduk di tepi ranjang, mengumpulkan nyawa sambil menatap pintu kamar mandi dengan senyuman yang tidak luntur sejak membuka mata.
Setengah jam kemudian, aroma harum mentega dan roti panggang mulai memenuhi area dapur lantai bawah. Sael, yang sudah rapi dengan pakaian rumahannya, sedang sibuk di depan kompor. Ia membuat menu sarapan sederhana: roti panggang dengan telur mata sapi dan sosis.
"Butuh bantuan, Sayang?"
Sebuah suara berat tiba-tiba be…
The Architecture Of Us
Bab 69 : Rumah Baru Kita
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments