Setelah selesai bertanding futsal babak final yang sengit malam itu, Kael langsung pulang ke rumah. Ia melangkah masuk melewati pintu depan dengan penampilan yang cukup berantakan, jersey timnya basah kuyup oleh peluh, sebuah handuk kecil tersampir asal di lehernya yang berkeringat, dan ia mencangking tas olahraga besarnya.
Namun, langkah kaki Kael langsung terhenti di ambang ruang tamu saat mendapati Aeros ternyata masih ada di sana, tengah sibuk membereskan buku-buku hukum milik Sael yang tersebar berantakan di atas meja.
Sembari melempar tas olahraganya ke sudut sofa, Kael berjalan menuju wastafel dekat dapur. Sisa-sisa napasnya masih memburu. "Mana Sael, Kak?" tanyanya, lalu menyalakan keran dan mulai membasuh wajahnya yang memerah kelelahan dengan air dingin.
"Sudah tidur. Kamu pikir ini jam berapa? Cuma futsal tapi pulangnya sampai tengah malam," jawab Aeros ketus.
Tangannya dengan cekatan menata buku-buku tebal dan dokumen kerja Sael, menyusunnya dengan rapi.
Kael mematikan keran, lalu menyeka wajahnya dengan handuk kecil di lehernya sambil terkekeh pelan melihat ketatnya Aeros. "Iya, iya, bawel, namanya juga tanding turnamen, pakai ada drama adu penalti segala tadi," gerutu Kael, lalu beranjak pergi ke kamarnya untuk segera mandi dan beristirahat.
Setelah menyelesaikan beres-beresnya, Aeros memastikan mengunci pintu depan sebelum akhirnya kembali ke rumahnya sendiri.
Sisa malam itu berlalu dengan cepat, digantikan oleh sinar matahari yang perlahan mulai mengintip dari balik celah gorden.
Karena kelelahan setelah tanding futsal yang menguras energi semalam, Kael baru bisa membuka matanya saat hari sudah sepenuhnya siang.
Tubuhnya terasa remuk dan enggan diajak berkompromi. Dengan langkah gontai dan mata yang masih setengah terpejam, ia berjalan menuruni anak tangga, berniat mencari segelas air dingin untuk membasahi tenggorokannya yang kering.
Namun, begitu kakinya menginjak lantai bawah, Kael mengerutkan kening. Suasana rumah terasa begitu sunyi, sepi…
The Architecture Of Us
Bab 19 : Demam di Hari Minggu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments