Bau karbol khas koridor rumah sakit dan bunyi bising dari langkah kaki suster akhirnya resmi ditinggalkan.
Setelah tiga hari dua malam menjalani masa pemulihan pasca persalinan yang menguras seluruh tenaga, tim dokter akhirnya memberikan lampu hijau.
Pagi itu, dengan menggendong buntelan kecil berselimut rajut biru muda di pelukannya, Sael melangkah keluar dari lobi rumah sakit.
Aeros berjalan di sampingnya dengan langkah yang sengaja diperlambat, satu tangannya merangkul pinggang Sael.
Tas besar berisi perlengkapan bayi sudah berpindah ke bagasi mobil sejak subuh.
Perjalanan pulang terasa begitu tenang. Sael tidak henti-hentinya menunduk, memandangi wajah mungil bayinya yang sedang tertidur lelap dengan dot yang sesekali mengenyot kosong.
Sementara itu, Aeros sesekali melirik dari kaca spion tengah, mengukir senyum tipis yang tak pernah luntur sejak fajar persalinan kemarin.
Begitu menginjakkan kaki di dalam rumah, Aeros langsung menuntun Sael menuju kamar utama di lantai bawah yang sudah ia persiapkan sejak seminggu lalu agar istrinya tidak perlu repot naik-turun tangga.
"Kamu langsung tiduran ya, jangan banyak gerak dulu. Duduk atau rebahan aja di kasur, biar bayinya aku yang taruh di boks," ucap Aeros dengan suara baritonnya yang lembut, langsung mengambil alih tugas meletakkan jagoan kecil mereka ke dalam ranjang bayinya yang terletak tepat di samping tempat tidur mereka.
Aeros sadar betul, masa-masa setelah melahirkan adalah fase paling rentan bagi seorang wanita.
Ia tidak ingin Sael mengalami stres, kelelahan fisik, atau bahkan sampai terkena baby blues hanya karena pekerjaan rumah.
Begitu sampai rumah ia langsung membersihkan seluruh sudut rumah. Dengan telaten, ia menyapu, mengepel lantai.
Ia bahkan mencuci sendiri pakaian-pakaian kotor sisa dari rumah sakit kemarin tanpa mengeluh sama sekali.
Tidak berhenti di situ, urusan dapur pun langsung diambil alih oleh Aeros. Ia memotong sayur-sayuran, merebus sup ceker ayam yang kaya kolagen, dan menyiapkan air dau…
The Architecture Of Us
Bab 109 : Dedek Bayi Pulang ke Rumah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments