Matahari perlahan terbenam, menyisakan semburat jingga keunguan yang memantul indah di kaca rumah baru mereka.
Hari pertama di tempat baru ternyata jauh lebih melelahkan daripada yang Sael bayangkan. Sejak siang tadi, mereka sibuk keluar-masuk kamar, menata buku-buku di rak, dan menyusun pakaian ke dalam 𝘸𝘢𝘭𝘬-𝘪𝘯 𝘤𝘭𝘰𝘴𝘦𝘵.
Sael baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama yang nyaman. Ia mendapati Aeros sedang duduk di sofa ruang tengah, ditemani oleh dua gelas cokelat panas yang mengepulkan uap tipis. Pria itu tampak lelah, kancing kemeja atasnya terbuka dan lengan bajunya digulung hingga ke siku.
"Sudah selesai semua?" tanya Aeros saat melihat Sael mendekat.
Sael mengangguk, lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Aeros, menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya. "Sudah, meski kakiku rasanya ingin copot karena naik-turun tangga seharian."
Aeros tertawa kecil, kemudian meletakkan gelas cokelatnya dan menarik Sael agar bersandar lebih nyaman di pelukannya. "Terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini, Sayang. Rumah ini terasa benar-benar hidup sekarang karena ada barang-barangmu di setiap sudutnya."
Sael terdiam sejenak, memandangi ruangan yang kini terasa begitu hangat. Ada aroma kayu jati yang bercampur dengan wangi lilin aromaterapi vanila yang baru saja mereka nyalakan, suara gemericik air dari kolam di taman belakang yang terdengar masuk ke dalam rumah melalui celah pintu geser yang sedikit terbuka.
"Aku masih tidak percaya ini rumah kita," bisik Sael pelan. "Rasanya seperti mimpi."
Aeros menunduk, mencium kening Sael dengan lembut dan lama. "Ini bukan mimpi. Dan mulai malam ini, setiap hari, setiap pagi, dan setiap hal kecil yang kita lalui akan kita bangun di sini. Tidak ada lagi yang perlu kamu khawatirkan"
Saat waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, Aeros mematikan lampu ruang tamu, menyisakan cahaya redup dari lampu taman yang masuk ke dalam ruangan.
"Ayo tidur," ajak Aeros sembari berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sael.
Mereka melangkah menaik…
The Architecture Of Us
Bab 68: Malam Pertama di Bawah Atap yang Sama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments