Sinar matahari pagi menyusup malu-malu di balik gorden kamar. Sael terbangun lebih dulu. Ia mengerjap, menyadari dirinya masih berada di dalam dekapan Aeros yang tertidur pulas dengan posisi memeluk pinggangnya.
Sael tersenyum manis, mengecup sekilas rahang kekasihnya sebelum beringsut turun dengan hati-hati agar tidak membangunkan pria itu. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian kerja, ia turun ke lantai bawah untuk sarapan.
Namun, ketenangan pagi itu langsung pecah begitu Sael menginjakkan kaki di ruang makan.
Kael sudah duduk di sana, memegang cangkir kopi dengan satu tangan dan koran di tangan lainnya.
Begitu melihat kembarannya, ia menurunkan kacamata bacanya dengan gerakan lambat.
"Wah, selamat pagi," sapa Kael, nadanya terdengar jahil. "Aku kira hari ini firma kehilangan satu aset terbaiknya karena terjebak di dalam kamar seharian."
Sael menarik kursi di seberang Kael, berusaha memasang wajah datar andalannya. "Jangan mulai ya, Kael. Aku cuma bangun agak kesiangan."
"Kesiangan?" Kael terkekeh, meletakkan cangkir kopinya ke piring kecil dengan bunyi 𝘵𝘪𝘯𝘨 yang disengaja. Pria itu mencondongkan tubuhnya ke depan meja makan, menatap Sael dengan binar jenaka yang luar biasa usil.
"Sael, tadi malam hujan deras. Mobil SUV hitam Kak Aeros masih terparkir rapi di halaman sampai subuh. Dan barusan, aku lewat depan kamarmu, ada suara dengkuran halus yang aku yakin seratus persen itu bukan suara dengkurmu yang mirip kucing anggora."
Pipi Sael yang awalnya tenang langsung memerah padam. "Kael! Kecilin suaramu, nanti Papa sama Mama dengar!" desis Sael panik, melotot tajam.
"Papa sama Mama udah jalan ke bandara dari jam enam pagi buat urusan bisnis ke Surabaya, Sayangku," sahut Kael santai, bersandar kembali ke kursinya sambil melipat tangan. "Jadi, di rumah ini cuma ada aku... selaku saksi kunci pelanggaran batas jam bertamu."
Sael melempar sendok selai di dekatnya ke arah Kael, yang dengan mudah ditangkap oleh pria itu sambil tertawa puas.
"Kamu beneran menyebalk…
The Architecture Of Us
Bab 46 : Interogasi di Meja Makan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Fazira
nggak sabar nunggu mereka nikah😍😍
2026-07-11
1