Hari Sabtu adalah hari tersibuk bagi Kafe Aeros. Sejak pukul dua siang, area depan sudah dipenuhi oleh pelanggan—mulai dari mahasiswa yang mengerjakan tugas hingga para pekerja kantoran yang mencari tempat tenang untuk berakhir pekan.
Di tengah hiruk-pikuk itu, Valeria kembali datang. Kali ini, ia tidak sendiri. Ia membawa empat orang temannya dan langsung menduduki sofa yang berada tepat di tengah-tengah ruangan.
Aksinya kali ini benar-benar kekanak-kanakan. Valeria sengaja memutar musik dari pengeras suara ponselnya dengan volume maksimal, tertawa melengking dengan sengaja, dan berulang kali memanggil barista yang bertugas hanya untuk mengeluhkan hal-hal sepele.
"Mas, ini 𝘭𝘢𝘵𝘵𝘦 𝘢𝘳𝘵-nya kok miring ya? Tolong diganti dong, saya nggak suka estetikanya," keluh Valeria dengan suara nyaring, sengaja memancing keributan agar Aeros keluar dari ruang pemanggangan biji kopi di belakang.
Barista muda yang bertugas tampak mulai kewalahan dan salah tingkah karena beberapa pelanggan di meja sebelah sudah mulai melemparkan tatapan terganggu.
Mendengar laporan dari karyawannya, Aeros akhirnya melangkah keluar. Pria itu masih mengenakan apron yang bernoda bubuk kopi, rahangnya mengeras sempurna begitu melihat sosok Valeria yang sedang tertawa puas bersama teman-temannya.
"Valeria," panggil Aeros, seketika memotong tawa melengking wanita itu. Aeros berdiri di ujung meja dengan kedua tangan bertumpu pada pinggang, menatap Valeria dengan pandangan mata yang sangat tajam. "Kalau kamu ke sini cuma buat bikin keributan dan mengganggu kenyamanan pelangganku yang lain, silakan angkat kaki sekarang."
Valeria mendongak, sama sekali tidak gentar. Didukung oleh kehadiran teman-temannya, keberaniannya naik dua kali lipat. "Lho, Aeros? Aku kan pelanggan di sini, aku bayar. Masa komplain soal kualitas kopi nggak boleh? Posesif banget kafenya, mirip kayak pacarmu itu."
"Kualitas kopiku nggak ada masalah, kamunya aja yang bermasalah," sahut Aeros dingin, membuat teman-teman Valeria saling berbisik…
The Architecture Of Us
Bab 51: Batasan Malicious Interference
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments