Seminggu telah berlalu sejak insiden di lobi kantor Sael. Hujan badai yang malam itu sempat menjadi saksi bisu kegilaan Valeria, kini telah berganti dengan cerahnya sinar matahari pagi yang menembus celah jendela kafe.
Pagi itu, suasana di kafe Aeros terasa jauh lebih santai. Sejak satu jam lalu, Sael sudah duduk di salah satu meja sudut dekat jendela besar, ditemani laptop dan beberapa berkasnya yang berserakan.
Alih-alih merasa terganggu dengan kesibukan kafe, Sael justru merasa sangat fokus karena aroma biji kopi yang dipanggang selalu berhasil menenangkan pikirannya.
Di balik meja bar, Aeros tidak sedetik pun melepaskan pandangannya dari Sael.
Setiap kali Sael mengerutkan kening karena membaca dokumen hukum, Aeros otomatis akan berjalan mendekat—entah untuk mengantarkan segelas air putih baru, meletakkan camilan kecil, atau sekadar merapikan helai rambut Sael yang jatuh menutupi wajahnya.
Sikap protektif Aeros yang meningkat drastis selama seminggu terakhir ini ternyata tidak luput dari perhatian para karyawannya. Begitu Aeros kembali ke balik meja bar setelah mengantarkan sepiring kecil kue sus untuk Sael, dua barista mudanya langsung memasang senyum penuh arti.
"Duh, Bos ... perhatiannya tumpah-tumpah ya seminggu ini. Itu Mbak Sael baru batuk kecil sekali tadi, Bos sudah langsung panik ambil air hangat," goda Rian, barista senior, sambil pura-pura sibuk mengelap mesin 𝘦𝘴𝘱𝘳𝘦𝘴𝘴𝘰.
"Iya, nih. Padahal biasanya kalau kita yang bersin sampai mau pingsan, Bos cuma bilang 'minum obat sana'," sahut dika, barista yang tempo hari sempat diintimidasi oleh Valeria. Dika tersenyum geli, ikut menimpali. "Kayaknya kalau bisa, kursi Mbak Sael dipindah ke dalam meja bar saja sekalian, biar Bos bisa kerja sambil peluk."
Aeros yang sedang menuangkan susu ke dalam cangkir reflek mendengus pelan. Ia melemparkan tatapan pura-pura galak yang sama sekali tidak menakutkan bagi para karyawannya. "Kalian ini, ya. Bukannya fokus bikin pesanan pelanggan di meja nomor empat, malah sibuk me…
The Architecture Of Us
Bab 53: Bayang-Bayang yang Lenyap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Fazira
🤗🤗
2026-08-10
0