Ketika lampu studio bioskop mulai menyala redup satu per satu menandakan film telah usai, para penonton mulai berdiri dan berjalan keluar memenuhi lorong. Namun, Aeros sama sekali tidak bergerak dari posisinya. Ia sengaja menahan jemari Sael, menunggu hingga studio benar-benar sepi dan menyisakan mereka berdua di baris paling belakang.
Sael menoleh, berniat mengajak Aeros berdiri. "Kak, yuk keluar, udah sepi—"
Kalimat Sael terputus saat Aeros tiba-tiba menegakkan tubuhnya, ia menatap lurus ke dalam manik mata Sael.
Tanpa sepatah kata pun, Aeros mengulurkan tangan kanannya, menangkup rahang Sael dengan kelembutan yang kontras dengan ukuran tangannya yang besar.
Ibu jarinya bergerak perlahan, mengusap bibir bawah Sael yang masih menyisakan rasa manis samar dari popcorn karamel tadi.
"Kak Aeros..." cicit Sael pelan, jantungnya mendadak berdegup dua kali lebih cepat.
"Sebentar," bisik Aeros, suaranya terdengar begitu rendah dan serak, menggema halus di pendengaran Sael. "Dua jam ini rasanya menyiksa banget karena aku cuma bisa lihat kamu dari samping."
Sebelum Sael sempat membalas, Aeros menundukkan kepalanya. Ia membawa wajahnya mendekat, memiringkan posisinya hingga Sael bisa merasakan embusan napas hangat Aeros menerpa permukaan kulit wajahnya.
Lalu, perlahan, Aeros menempelkan bibirnya di atas bibir Sael.
𝘋𝘦𝘨.
Sael memejamkan matanya rapat saat sentuhan lembut itu menyapa indra perasanya.
Tangan kiri Aeros yang sejak tadi menggenggam tangan Sael kini beralih naik, merayap ke belakang tengkuk Sael, menahan kepala gadis itu agar memperdalam tautan mereka.
Sael yang awalnya membeku, perlahan mulai mengikuti ritme Aeros. ia melepaskan kotak popcorn yang dipegangnya ke kursi kosong sebelah, lalu menggerakkan kedua tangannya untuk meremas kemeja linen hijau Aeros.
Di dalam studio yang sunyi dan remang itu, waktu seolah berhenti berputar bagi mereka berdua. Hanya ada suara napas yang memburu halus dan debaran jantung yang saling bersahutan. Aeros menyesap bibir manis Sael…
The Architecture Of Us
Bab 41: Interupsi Kacamata Hitam di Tengah Malam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Fazira
udah yang keempat nihh😍
kael menganggu aja🤣
2026-07-09
2