Pagi hari di Tokyo kembali menyapa dengan langit cerah.
Sael berdiri di depan cermin besar kamar hotel mereka, merapikan mantel yang membalut tubuhnya.
Hari ini adalah hari ketiga mereka di Jepang, dan rasa lelah di kakinya seolah kabur begitu saja, digantikan oleh letupan antusiasme yang membuncah sejak membuka mata.
"Sudah siap, Sayang?"
Aeros muncul dari balik pintu kamar mandi, sudah rapi dengan mantel panjang berwarna abu-abu gelap yang membungkus sempurna tubuh tegapnya.
Kacamata hitam bertengger manis di hidung mancungnya, memberikan kesan misterius sekaligus luar biasa berkarisma.
Sael menoleh, sedetik kemudian tertegun mengagumi ketampanan suaminya yang rasanya tidak pernah berkurang sedikit pun, malah makin bertambah setiap harinya.
"Sudah, Kak. Ayo berangkat!" seru Sael ceria, langsung menyambar tas selempang kecilnya dan menggandeng lengan Aeros dengan erat.
Tujuan pertama mereka hari ini adalah Kuil Sensoji di kawasan Asakusa, kuil tertua dan paling ikonik di Tokyo.
Begitu turun dari taksi yang dipesan Aeros, mata Sael langsung dimanjakan oleh kemegahan Kaminarimon—Gerbang Petir—dengan lampion raksasa berwarna merah menyala yang menggantung indah di tengahnya.
Suasana di sana sangat ramai, dipenuhi turis yang sibuk berfoto serta jajaran toko tradisional di sepanjang jalan Nakamise-dori yang menjual berbagai camilan khas.
Mereka berjalan santai menyusuri area kuil hingga sampai di dekat tempat ramalan nasib tradisional yang disebut Omikuji.
Sael tampak kebingungan memperhatikan petunjuk berbahasa Jepang di dekat kotak kayu berisi stik bambu ramalan.
"Kak, ini cara mainnya gimana sih? Aku mau coba dong," kata Sael sambil mengetuk-ngetuk kotak kayu itu penasaran.
Aeros tersenyum tipis. Ia melangkah maju, mendekati seorang petugas kuil paruh baya yang mengenakan pakaian tradisional.
"Sumimasen, omikuji wo shitai naitodesuga, tsukaikata wo oshiete itadakemasen ka?" (Permisi, kami ingin mencoba ramalan nasib, bisa tolong ajarkan cara pakainya?)
Suara berat da…
The Architecture Of Us
Bab 75 : Berburu Action Figure
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments