“Jadi, aku ini apa, Hans?” lanjut Arumi, suaranya lirih namun tegas. “Istri? Atau cuma pajangan di rumah biar kamu kelihatan utuh sebagai pria berkeluarga yang baik dan penyayang padahal di luar punya simpanan?”
Hansel masih tak menjawab. Kedua tangannya mengepal, matanya menatap lantai, seolah bisa menghindari kenyataan hanya dengan tidak menatap istrinya.
Tiba-tiba. Pintu kamar terbuka perlahan. Arumi dan Hansel sama-sama menoleh. Sosok Lisa berdiri di ambang pintu dengan ekspresi yang sulit dibaca, antara puas, mengejek, dan seolah sedang menyaksikan pertunjukan yang sudah lama ia tunggu.
Raut wajah Hansel langsung berubah tegang. “Mama…”
Lisa berjalan masuk, pelan namun pasti. Suara langkah sepatunya bergema di dalam keheningan kamar.
“Jadi… Mama nggak salah dengar,” katanya pelan, namun tajam seperti sembilu. “Kamu memang punya perempuan lain, Hansel?”
Hansel terdiam, menatap ibunya dengan campuran bingung dan waspada. “Ma, ini bukan urusan.”
“Bukan urusan Mama?!” Lisa menaikkan alis, lalu menoleh pada Arumi dengan senyum licik. “Lucu. Perempuan ini sudah bertahun-tahun bikin anak Mama menderita, dan sekarang, kamu akhirnya sadar juga, Hansel.”
Arumi memejamkan mata sejenak. Ia tahu Lisa akan memutar semuanya jadi kesalahannya. Tapi tetap saja, mendengarnya langsung, terasa seperti dibakar hidup-hidup.
“Mama senang kamu akhirnya buka mata, Nak.” Lisa mendekat, lalu menunjuk Arumi. “Lihat sendiri! Perempuan ini bahkan nggak bisa bikin kamu bahagia! Apalagi kasih cucu!”
“Mama cukup,” Hansel memperingatkan, tapi suaranya lemah, nyaris tak berarti.
Lisa mendengus. “Kenapa? Malu? Harusnya dari dulu kamu cari yang lain, Hans. Perempuan yang lebih berkualitas, yang bisa lahirin penerus keluarga ini. Bukan... ini.”
Arumi menatap Lisa dengan mata berkaca-kaca. “Apa Mama nggak punya hati?” ucapnya pelan. “Apa saya benar-benar seburuk itu di mata Mama?”
Lisa mendekat, menatap tajam. “Kamu lebih buruk dari yang Mama bayangkan.”
Kalimat itu menusuk. Tapi anehnya, Arumi tid…
The Price Of Affair
Bab: 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Wirda Wati
Cinta memang TDK cukup kalau udah ada penghianatan.jalan terbaik pisah.Dan Hans juga TDK punya pilihan.Bsiknya kamu Arumi yg ambil keputusan...
2025-08-27
0
Putra Putra
arumi ke bukan drama, g cpt ambil keputusan, kok y sakit hati bkn cpt kluar dr mslh tp mlah mendayu dayu, jd gregetan dg sikap arumi
2025-10-27
0
Rosita Tumbelaka
Aq paling benci perselingkuhan... Arumi benar cerai aja itu yg terbaik
2025-12-08
0