Nayla melipat tangan di depan dada, matanya menyipit penuh cemooh. “Arumi, berhentilah bermimpi terlalu tinggi. Kamu nggak cocok ada di sini. Bahkan cara kamu berdiri saja kelihatan kikuk. Apa kamu kira dengan pakai gaun cantik, kamu bisa jadi bagian dari dunia seperti ini?”
Arumi hanya menatapnya, tenang dan dingin. Ia tidak menjawab, membiarkan setiap kata Nayla menguap begitu saja tanpa makna.
Hansel akhirnya tak tahan, ia menyentuh lengan Nayla, mencoba menahan. “Cukup, Nay. Jangan keterlaluan.”
Nayla menoleh cepat, tatapannya tajam menusuk ke arah Hansel. Namun genggamannya tetap pada nada penuh keangkuhan, seolah sentuhan Hansel tak berarti apa-apa. Nayla menepis kasar tangannya. “Kamu diam! Kamu ini kenapa sih selalu membela dia! Yang istri kamu itu aku, bukan dia!” Suaranya meninggi, menusuk malam yang tadinya tenang.
Hansel terdiam, wajahnya kaku. Ada rasa bersalah yang jelas tergambar di matanya, tapi ia tidak mampu membantah lebih jauh.
Hansel menarik napas panjang, matanya beralih pada Arumi yang hanya terdiam, mencoba menahan gemuruh perasaannya. Ada luka yang jelas terbaca di wajah Arumi, luka yang Nayla seolah sengaja menorehkan.
Arumi menghela napas perlahan, menoleh sekilas pada Hansel, lalu kembali menatap Nayla. Senyumnya tipis, nyaris tak terlihat, tapi cukup untuk membuat lawannya merasa tersindir.
Nayla melangkah setengah maju, suaranya penuh racun berbisik di telinga Arumi.
“Kamu pikir senyum tipis itu bisa menutupi kenyataan? Kamu tetap saja Arumi yang dulu, istri yang gagal, perempuan yang ditinggalkan. Jangan kira semua orang lupa, bahkan suami kamu sendiri lebih memilih aku daripada kamu. Bukankah itu bukti kalau kamu sampah!”
Arumi tetap diam, hanya menegakkan bahunya. Diamnya bukan kelemahan, tapi kekuatan yang perlahan menekan Nayla sendiri.
“Lihat?” Nayla terkekeh meremehkan. “Kamu bahkan nggak bisa membela diri. Selalu jadi pecundang. Bahkan kalau sekarang kamu bisa berdiri di sini dengan gaun indah, itu bukan karena kamu hebat. Itu k…
The Price Of Affair
Bab: 80
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Erni Sasa
lagian juga aneh kenapa nyonya rumh berdiri di depan pagar😫
bukannya turun dari lantai atas setelah tamu datang lalu berjalan dengan slowmotion😂
2026-07-23
0
YuWie
el lihat pembunuh anaknya kok santai wae..heran juga kenapa gak dipenjarakan..
2025-11-17
1
partini
busettty benar benar ga punya malu ,, Thor 👍👍👍👍👍
2025-08-23
1