Malam itu, mobil Hansel melaju tanpa suara di jalanan kota yang mulai sepi. Lampu-lampu jalan berkelebat di kaca jendela, sesekali memantulkan cahaya pucat ke wajah Nayla yang tegang. Sejak keluar dari rumah Elfando, bibirnya terkunci rapat. Kedua tangannya saling menggenggam di pangkuan, bergetar tanpa henti seolah tubuhnya menolak tenang.
Hansel di balik kemudi tampak kaku. Tatapannya kosong menembus jalanan lurus di depan, sesekali menghela napas panjang, seperti mencoba menahan sesak yang menindih dadanya. Keheningan di dalam mobil terasa begitu pekat, sampai-sampai suara detak jam digital di dashboard terdengar menyerupai dentuman keras.
Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Nayla dengan ketakutannya pada ucapan Elfando, meski berulang kali ia mencoba meyakinkan diri bahwa itu bukan kesalahannya. Itu hanya kecelakaan… aku tidak benar-benar bermaksud… dan Elfando pasti tahu itu, batinnya terus berputar-putar, menolak rasa bersalah yang mencekik.
Sesampainya di apartemen, keduanya membawa diri. Nayla bergegas masuk ke kamar tanpa sepatah kata pun, sementara Hansel menjatuhkan diri di sofa ruang tamu, menatap kosong langit-langit seakan pikirannya tak mampu lagi memuat beban yang ada.
Di dalam kamar, Nayla duduk di tepi ranjang, tubuhnya masih gemetar meski AC sudah dimatikan. Bayangan tatapan Elfando saat menyebut perbuatannya terus menghantui benak. Tatapan dingin itu, tajam dan penuh amarah, menusuk jantungnya—seolah memberi peringatan bahwa ia tak akan pernah benar-benar lolos.
"Seorang wanita yang mendorong istriku, hingga perutnya terbentur sisi meja."
Suara itu terngiang di telinganya, berulang-ulang, membuat bulu kuduknya meremang.
Nayla menutup telinga dengan kedua tangannya, kepalanya menggeleng keras. “Tidak… itu bukan salahku. Aku cuma dorong sedikit. Arumi yang terlalu berlebihan… iya, bukan salahku,” bisiknya parau, memaksa dirinya percaya pada kebohongan yang ia ulang-ulang.
Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri. “Itu kecelakaan…
The Price Of Affair
Bab: 83
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Wirda Wati
Baru menyesal hansel
Nasi udah menjadi bubur.nikmati hansel.
kalau perlu mama mu bawa sekali biar dia bisa membedakan mana batu kali dan mana yg mutiara.
2025-08-30
0
Rusmini Mini
taukan siapa yg mandul iya betul Hansel
kenapa si ular tua gak di ajak .../Grin//Grin/
2025-08-29
0
Uthie
seneng dehhh dengan penyesalan si Hansel 😏
2025-08-26
0