Langkah tegap Elfando terdengar pelan di sepanjang lorong rumah megah itu. Baru saja ia tiba dari kantor, dasinya bahkan belum sempat ia longgarkan. Sesampainya di ruang utama, matanya langsung mencari sosok yang paling ia rindukan.
“Di mana nyonya?” tanyanya pada pelayan senior yang tengah menyambut.
Pelayan itu tersenyum sopan. “Nyonya sedang berada di taman, Tuan. Sejak tadi beliau sedang memetik bunga-bunga.”
Elfando mengangguk singkat, lalu tanpa membuang waktu ia bergegas menuju taman belakang. Begitu sampai, langkahnya otomatis melambat. Pemandangan yang disuguhkan membuat dadanya terasa hangat.
Di tengah taman yang dipenuhi bunga mawar, Arumi berdiri anggun dengan gaun sederhana berwarna putih gading. Rambutnya tergerai lembut, sebagian tersapu angin sore. Jemarinya yang halus sibuk memetik kelopak mawar yang sudah layu, wajahnya serius sekaligus tenang.
Elfando terdiam sejenak. Matanya tak pernah lelah memandangi perempuan itu. Perempuan yang kini menjadi istrinya, yang membuat hidupnya penuh arti. Tanpa pikir panjang, ia melangkah mendekat lalu merengkuh Arumi dalam pelukan hangat dari belakang.
Arumi terkejut kecil, kelopaknya hampir jatuh dari genggaman. “Sayang…” bisiknya pelan, meski senyumnya langsung mengembang. Ia tahu siapa pemilik dekapan itu.
Elfando menunduk, menyandarkan dagunya di bahu Arumi. Suaranya berat namun lembut. “Aku pulang, Sayang. Dan aku merindukanmu sepanjang hari.”
Arumi merasakan jantungnya berdetak cepat. Ia memejamkan mata, membiarkan kehangatan tubuh suaminya membungkus dirinya. “Aku juga merindukanmu,” jawabnya lirih, suaranya nyaris tenggelam dalam hembusan angin.
Elfando memutar tubuh Arumi perlahan agar bisa menatap wajahnya. Ia menyentuh pipi Arumi dengan lembut, ibu jarinya mengusap garis halus di sana. “Kamu tahu? Melihatmu seperti ini, membuat semua lelahku hilang begitu saja.”
Arumi tersipu, matanya berkaca-kaca tanpa sadar.
Elfando tersenyum, lalu menunduk dan mencium kening Arumi dengan penuh kelembutan
Elfando mas…
The Price Of Affair
Bab: 78
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Sunarmi Narmi
Aku mlah kangen masakan Arumi ya..lebih berselera pas bacanya..yg thailan mah bodo amat ngak pham..😄😄
2025-10-26
0
Wirda Wati
jadi lapar aku Thor pengen bikin sup udang
2025-08-30
0
Dorothea.Celestyn Arwendaru
lapar nih
2025-11-06
0