Di dalam lift, Hilda menggeliat kecil, kepalanya menunduk hingga menempel di dada Ryan. Suaranya lirih, setengah sadar, setengah mengigau.
“Ryan, kamu wangi…” gumamnya sebelum kembali terdiam.
Wajah Ryan langsung memerah, kaku seperti patung. Ia menatap angka lantai di layar lift, berharap cepat sampai.
Sesampainya di depan pintu unit apartemen, Ryan mencoba menurunkan Hilda perlahan. Ia menepuk pipinya pelan.
"Hilda, bangun sebentar. Aku butuh password apartemenmu," ucap Ryan lembut, menunduk agar suaranya terdengar jelas.
Namun Hilda hanya menggeliat, bibirnya bergumam tidak jelas.
"Hi... da... nggak mau..." katanya sambil memalingkan wajah.
Ryan menghela napas panjang, lalu menepuk pipi Hilda sedikit lebih keras, namun tetap hati-hati.
"Hilda, ayo sadar sebentar. Aku tidak bisa masuk kalau kamu tidak kasih passwordnya," katanya setengah mendesah.
Mata Hilda terbuka setengah, pandangannya sayu. Bibirnya bergetar, menggumamkan beberapa angka, tapi tidak runtut.
"Tiga... sembi... dua... tujuh... ah... salah ya..."
Ryan mengernyit, mencoba menangkap gumaman itu dengan teliti. Ia berpikir sejenak, lalu menekan tombol angka di keypad pintu. Beep! bunyi mesin menolak.
Ryan mendekat lagi, menepuk pelan pipi Hilda yang sudah hampir tertidur kembali.
"Hilda, coba ulangi. Sekali lagi."
Hilda menarik napas panjang, lalu bergumam lagi, kali ini lebih jelas meski masih terputus-putus.
"Dua... enam... sembi... satu... ya... itu..."
Ryan langsung mencoba menekan kombinasi itu, lalu terdengar suara klik. Pintu terbuka perlahan.
"Syukurlah." Ryan menghela napas lega, kemudian menggeser pintu dengan bahunya sambil tetap menggendong Hilda.
Dengan langkah hati-hati, ia membawanya masuk ke ruang apartemen yang hangat dan wangi samar parfum ruangan. Ryan menurunkan Hilda di sofa, menarik napas panjang, lalu menatap wajah Hilda yang tenang seperti anak kecil yang sedang tidur.
Ia sempat menunduk, berbisik kecil.
"Kamu benar-benar bikin aku repot malam ini." katanya, tapi bibirnya terse…
The Price Of Affair
Bab: 55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Eris Fitriana
Padahal masih ingin cerita Arumi dan Alfando... bahagia nya masih terasa menggantung soalnya 😁😁
2025-08-18
0
Yensi Juniarti
ini cerita nya itu ex temennya GK di bales ya..
padah udah nunggu Lo dari kemarin...
2025-08-18
0
Akbar Razaq
jadi gak ada tindakan ya dr Alfredo utk Nayla.
enak ya
2025-12-04
0