Di sebuah hotel mewah dengan ballroom besar, persiapan acara Business Leaders Forum sudah berlangsung sejak pagi. Acara itu digadang sebagai salah satu ajang paling bergengsi yang mempertemukan para pemimpin perusahaan top di negeri ini. Tak heran jika media pun menyorotinya.
Elfando tiba dengan iringan staf dan sekretarisnya, karena sudah hampir dua bulan Ryan mengambil cuti untuk pengobatan anaknya di Singapura. Tatapannya fokus, langkahnya tegap. Para jurnalis segera mengangkat kamera, kilatan lampu memenuhi ruangan. Ia menundukkan kepala sedikit, memberi salam singkat, lalu masuk ke ruang utama.
Namun, di balik kerumunan itu, sepasang mata tajam memperhatikannya dengan penuh perhitungan. Nayla. Malam tadi, ia telah memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Gaun merah marun yang ia kenakan membentuk lekuk tubuhnya dengan anggun, cukup berkelas untuk acara bisnis, tapi juga cukup menggoda untuk mencuri perhatian. Bibirnya melengkung dengan senyum licik.
“Game dimulai,” gumamnya pelan.
Rapat dimulai dengan sambutan dari panitia, lalu berlanjut pada diskusi panel. Elfando duduk di deretan depan, matanya fokus pada presentasi. Sesekali ia mencatat poin penting. Ia tidak pernah main-main dalam setiap forum semacam ini, setiap detail bisa jadi kunci untuk langkah besar berikutnya.
Namun, fokusnya sedikit terusik ketika seseorang duduk di kursi kosong di sampingnya. Ia menoleh, dan matanya langsung bertemu dengan senyum Nayla.
Nayla mencondongkan tubuh ke depan, matanya berkilat penuh godaan.
“Cepat sekali kita dipertemukan lagi, ya? Baru tadi malam kita bertatap muka, sekarang sudah duduk bersebelahan dalam forum resmi,” ucapnya lembut, seolah membicarakan kebetulan manis.
Elfando hanya mengernyit tipis. Tak ada balasan.
Nayla tertawa kecil, mencoba memecah jarak. “Jangan seolah-olah aku tidak pantas berada di sini. Aku juga punya perusahaan, dan beberapa panelis hari ini adalah rekan kerjaku. Lagipula, dunia bisnis itu kecil. Cepat atau lambat, kita akan selalu ber…
The Price Of Affair
Bab: 123
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Mora
Banyak novel bagus pemeran utamanya sengsara tapi enak di baca karena penulisannya apik alurnya bagus ga gampang ditebak bab pet bab
2025-12-05
0
Kasmawati S. Smaroni
kalau jadi nayla sydah ku babat habis si arumi dah terlanjur jahat mending ke titik permasahannya langsung ke arumi😄😄🤭
2025-10-03
0
Jane Hutagalung
aku justru deg2an ngebayangin Nayla hancur sehancur2nya..
kakak penulisnya pinter mainin emosi pembaca nih 👍
2025-11-03
0