“Apa? Tadi pria itu datang?!” wajah Elfando seketika mengeras begitu mendengar laporan dari pelayan senior.
“Iya, Tuan,” jawab pelayan itu hati-hati, menunduk.
“Lalu… di mana Nyonya sekarang?” tanya Elfando dengan nada khawatir, bahkan sedikit panik.
“Beliau ada di kamar, Tuan,” sahut pelayan itu.
Tanpa menunggu lagi, Elfando segera bergegas naik ke lantai atas. Nafasnya memburu, jemarinya cepat membuka pintu kamar. Pandangannya menyapu ruangan kosong.
“Sayang…!” panggilnya lantang, suaranya sarat kecemasan.
“Sayang!” panggilnya sekali lagi, kini dengan nada lebih resah.
Hening sesaat. Lalu terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Arumi keluar, mengenakan jubah mandi, rambutnya masih basah. Wajahnya tampak segar, tapi sorot matanya menyimpan kelelahan. Rupanya ia baru selesai berendam untuk menenangkan diri setelah kejadian sore tadi yang menguras tenaga dan emosinya.
Elfando segera menghampirinya, menggenggam kedua bahu Arumi dengan cemas. “Sayang… kamu tidak apa-apa, kan? Aku dengar dia sempat datang ke sini.”
Arumi menatap suaminya yang begitu panik, lalu mengangguk pelan. “Aku baik-baik aja, sayang. Cuman, aku sedikit lelah. Dia membuatku muak, dan aku tidak ingin lagi mendengar namanya.”
Elfando menarik napas panjang, lalu memeluk istrinya erat-erat. “Aku minta maaf, Sayang. Seharusnya aku ada di rumah saat itu, menjaga kamu. Aku nggak akan biarkan dia datang lagi, aku janji.”
Arumi terdiam dalam pelukan hangat itu. Hatinya terasa aman, tapi sekaligus masih ada sedikit guncangan di dalamnya. Ia menghela napas panjang, menutup mata.
“Selama kamu ada di sisiku, aku nggak takut, Sayang. Dia hanyalah masa lalu. Yang aku mau, hanyalah masa depan bersama kamu.”
Elfando mengusap lembut rambut basah Arumi, lalu menatapnya penuh ketegasan. “Dan masa depan itu tidak akan pernah aku biarkan diganggu siapa pun. Bahkan oleh pria itu sekalipun.”
"Aku tahu." Ujar Arumi langsung memeluk Elfando, dan Elfando menyambutnya dan mempererat pelukan itu.
“Apa yang dia katakan padam…
The Price Of Affair
Bab: 95
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Akbar Razaq
sayang sekali Hansel.kesalahan yg pernah kau lakukan bukannya intropeksi diri tp.setan sdh menguasai nafsu serakah dan.ketidaknsabaranmu.Andai kau bs sabar dan sadar
2025-12-06
0
Uthie
Pokoknya Elfando jangan dibuat kenapa2 aja!!! biarkan Arumi dan El bahagia selama nya 👍👍👍
2025-08-30
0
Rusmini Mini
mau apa kamu Hansel... dendam
hati hati Rumi
2025-08-31
0