Sinar matahari pagi menembus tirai tipis, menghangatkan pipi Arumi yang masih setengah tertutup selimut. Kelopak matanya perlahan terbuka, dan refleks ia menoleh ke sisi kiri. Kosong. Elfando sudah tidak ada.
Arumi terdiam sejenak. Semalam ia begitu was-was hingga pikirannya penuh dengan kemungkinan buruk. Tapi ternyata, ia justru tidur nyenyak sekali. Bahkan terlalu nyenyak untuk seseorang yang seharusnya berjaga.
Sambil menghela napas, Arumi bangkit dan merapikan rambutnya seadanya. Ia menuruni anak tangga pelan, namun baru sampai di ruang tengah, ia langsung dikejutkan pemandangan tak biasa.
Barisan para pelayan, rapi dan tegak, berdiri berjejer di kanan dan kiri. Begitu melihat Arumi, mereka serentak menunduk dan berkata,
“Selamat pagi, Nyonya!”
Arumi hampir tersedak udara. “A....apa? Oh… pagi. Pagi semua,” jawabnya terbata, lalu menggaruk tengkuknya dengan kikuk. Ia tidak pernah mendapat perlakuan seperti ini, apalagi dari begitu banyak orang sekaligus.
“Tolong, kalian tak perlu seperti ini. Bersikaplah normal saja, jangan terlalu berlebihan,” ucap Arumi sambil tersenyum canggung.
Namun para pelayan hanya saling melirik sekilas, lalu kembali memasang wajah datar. Tidak satu pun dari mereka menjawab atau bergerak mengubah sikap. Bagaimanapun, bagi mereka Arumi adalah nyonya besar, istri Elfando. Dan seorang nyonya tidak bisa diperlakukan biasa-biasa saja.
Seorang pelayan wanita yang tampak senior akhirnya melangkah maju, menundukkan kepala, dan berkata pelan, “Kalau begitu, mari ikut saya, Nyonya. Tuan sudah menunggu.”
Arumi hanya mengangguk dan mengikuti langkahnya menuju ruang makan yang berdekatan dengan dapur besar.
Begitu memasuki ruangan, aroma harum roti panggang dan kopi langsung menyeruak. Di meja panjang berlapis taplak putih, Elfando sudah duduk tenang di kursi ujung, mengenakan kemeja putih sederhana. Di depannya tersaji sarapan ala Barat, omelet, telur mata sapi setengah matang dengan kuning telur yang masih menggoda, irisan daging bacon renyah, s…
The Price Of Affair
Bab: 38
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Sona Muchsin
baru awal kah? semoga tidak ada udang dibalik tepung..hmmm
2025-10-21
0
Heny
Ayo Rumi bk lah hati mu untuk memulai hdp baru
2025-09-08
0
Abi Aira
Arumi...kesedihanmu telah terbayar mahal.......
2026-01-16
0