Di dalam ruang periksa, Arumi duduk di depan meja dokter dengan wajah lelah. Matanya tampak kosong, tubuhnya sedikit membungkuk.
Dokter meletakkan hasil pemeriksaan di atas meja sambil menatap Arumi dan Hilda dengan tenang.
“Bu Arumi, dari hasil yang kami dapat, kondisi Ibu saat ini menunjukkan gejala maag berat. Dinding lambung mengalami iritasi cukup serius akibat produksi asam lambung yang berlebihan.”
Arumi mengernyit, pelan bertanya, “Apa karena saya sering mual dan pusing belakangan ini?”
Dokter mengangguk. “Itu salah satu dampaknya. Gejala lain seperti perut perih, kembung, mual, bahkan kadang sesak bisa terjadi jika maag tidak ditangani. Dari keterangan yang Ibu berikan, kemungkinan besar penyebab utamanya adalah stres berkepanjangan dan pola makan yang tidak teratur.”
Hilda menimpali, “Akhir-akhir ini dia memang susah makan, bahkan kadang nggak makan sama sekali.”
“Kalau seperti itu, wajar jika lambungnya bereaksi. Lambung tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama, apalagi dalam kondisi tertekan secara emosional,” jelas dokter. “Saya akan berikan resep obat untuk mengurangi produksi asam lambung dan melindungi dinding lambung. Tapi yang lebih penting adalah perbaikan gaya hidup.”
Arumi diam. Tubuhnya terasa lelah, bukan hanya karena sakit, tapi juga karena beban yang menumpuk dalam pikirannya selama ini.
“Usahakan makan teratur, walau sedikit. Hindari makanan pedas, asam, kopi, dan jangan tidur dalam keadaan perut kosong. Ibu juga butuh istirahat cukup, dan… yang paling penting, jauhkan pikiran dari hal-hal yang terlalu menguras emosi.”
“Terima kasih, Dok,” ucap Arumi pelan.
Begitu keluar dari ruang dokter, Hilda langsung menggandeng tangan Arumi.
“Kita mampir makan dulu ya,” ajak Hilda sambil melirik Arumi yang berjalan pelan di sampingnya.
Arumi menggeleng lemah. “Nggak usah, Hil… Aku mau langsung pulang ke apartemen aja.”
Nada suaranya terdengar lelah, bahkan langkahnya pun tak sekuat biasanya. Hilda meraih lengannya dengan lembut, menghentikan langkah m…
The Price Of Affair
Bab: 18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Sunarmi Narmi
Aku jdi perempuan ngak bnyak omong sih..kata orang akubtegas ..jdi klo kebanyakan debat mlah bikin emosi..eksekusi lupakan Han Rum..itu pesanku..kmu terlalu bertele tele...jdi kebnyakan drama..kelamaan kmu galaunya..
2025-10-26
0
Aqella Lindi
duh jd perempuan jgan cengeng dong rumi hrus kuat laki2 kyak gtu di tendang aja dr hdup mu,lawan dong nayla ny lempar telur busuk atau kasi kulit durian nti aq bntu
2025-11-26
0
Akbar Razaq
terlalu berlarut srdihnya udah dong jangan susahin temannya kasihan.yg kuat dan smart dong jadilah satgas bencana alam yg tanggap darurat buat diri sendiri
2025-12-04
0