Nayla bergegas mengejar Hansel yang baru saja menutup pintu kamar. Napasnya terengah, matanya berkaca-kaca. Ia tidak bisa membiarkan suaminya bersikap dingin seperti tadi. “Hansel!” serunya sambil mendorong pintu hingga terbuka.
Hansel duduk di tepi ranjang, dasi terlepas setengah, kancing kemeja bagian atas terbuka. Punggungnya sedikit membungkuk, telapak tangan bertumpu di lutut. Dari luar kamar, suara AC menderu lembut, tapi di telinga Hansel hanya ada dengung kosong yang menyesakkan.
“Kamu nggak biasanya gini,” suaranya pelan, nyaris berbisik.
Hansel tidak menoleh. Pandangannya kosong ke lantai, seolah kata-kata istrinya tertahan di udara tanpa bisa menembusnya.
Nayla menarik napas, lalu melangkah masuk. Gaun santainya berdesir lembut. Ia berhenti di dekat ranjang, tapi tidak langsung duduk. “Hansel,” katanya lagi, nada suaranya kini lebih tegas, “aku cuma tanya, kenapa kamu dingin banget malam ini?”
Hansel akhirnya mengangkat wajah. Tatapannya lelah, namun ada sesuatu yang bersembunyi di baliknya, bayangan yang tidak ingin ia ungkapkan. “Aku cuma butuh tenang, Nay.”
“Tenang dari apa? Dari aku?” Nayla menahan suaranya agar tidak pecah, tapi ada getar tipis yang terdengar jelas.
“Tenang dari apa? Dari aku?” Nayla menahan suaranya agar tidak pecah, tapi ada getar tipis yang terdengar jelas.
Hansel buru-buru menggeleng. “Jangan begitu.”
Namun Nayla menangkap sekilas sorot matanya, sorot mata orang yang tidak sedang ada di sini. Ada jarak, ada sesuatu yang tak kasatmata berdiri di antara mereka.
Ia duduk perlahan di sisi ranjang, menjaga jarak satu jengkal. Tangannya meremas ujung gaun sendiri, seolah menahan gelisah. “Kalau kamu lagi mikirin orang lain, bilang. Jangan bikin aku tebak-tebakan.”
Hansel menahan napas. Rahangnya mengeras, bibirnya rapat. Ia ingin menjawab, tapi takut kata-katanya justru membuka pintu yang seharusnya tertutup.
Keheningan turun, menekan ruangan lebih kuat daripada teriakan.
Nayla menunduk, mengusap matanya cepat. Ia tidak ingin menangis.…
The Price Of Affair
Bab: 67
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Wirda Wati
tau rasa...emang enak 😁😁😁
2025-08-28
0
Hariyanti
mana......yg katanya cinta sampai ga kuat Nanggung dan selingkuh sekian lama.....prettttt😤 rasakan sekarang
2025-12-29
0
its anna
tapi memang dulu hans nolak cerai SM arumi
2026-01-04
0