“Kamu tetap mau kerja, Rum?” tanya Hilda, sambil menatap sahabatnya. Mereka duduk di balkon apartemen, ditemani angin sore.
“Iya, Hil. Apalagi sekarang aku hamil. Kalau nggak kerja, aku malah kepikiran soal biaya anak nanti,” jawab Arumi pelan. Pandangannya menerawang, pikirannya dipenuhi hitungan kebutuhan yang akan datang, mulai dari persalinan, perlengkapan bayi, hingga biaya hidup yang kian terasa berat.
Hilda menghela napas, menatap Arumi dengan prihatin. “Kalau soal itu, aku bisa bantu kamu, Rum.”
Arumi tersenyum tipis, mencoba menutupi rasa terharunya. “Makasih, Hil, tapi aku nggak mau ngerepotin kamu. Aku masih mampu kok, setidaknya buat sekarang.”
Hilda menggeleng pelan, tatapannya serius. “Rum, kamu nggak pernah jadi beban buat aku. Dari dulu kita saling bantu. Lagi pula, kamu sekarang nggak sendirian, ada aku.”
Perlahan, Arumi menunduk. Ujung jarinya mengusap permukaan cangkir yang mulai mendingin. Ada rasa hangat yang mengalir di dadanya, bukan dari teh, tapi dari persahabatan yang tulus. Namun, di balik itu, tetap saja ada kegelisahan yang sulit ia enyahkan. Ia tahu, begitu bayinya lahir, dunia akan jauh lebih rumit daripada sekarang.
Hilda meraih tangan Arumi dan menggenggamnya erat. “Kalau kamu butuh apa pun, jangan tunggu sampai kamu kepepet, ya? Janji sama aku.”
Arumi menatap sahabatnya, dan kali ini senyumnya mengembang lebih tulus. “Iya Janji.”
Sore itu, angin berhembus lembut di balkon, membawa aroma hujan yang tertahan di ujung langit. Mereka masih duduk berdua, menikmati senja yang mulai merayap turun.
*****
"Anda tidak apa-apa, Pak?" tanya Ryan kepada Elfando.
Sejak tiga hari terakhir, atasannya itu tampak pucat dan sering merasa mual. Bahkan, saat rapat siang tadi, pertemuan terpaksa dihentikan karena Elfando tiba-tiba menahan perutnya dan bergegas keluar ruangan.
Ryan yang mulai cemas langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon dokter pribadi untuk memeriksa kesehatan atasannya itu.
Tak butuh waktu lama, dokter pribadi keluarga Elfando dat…
The Price Of Affair
Bab: 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Dessy Lisberita
perasaan kalau Sultan tu enak di pangil tuan ya ketimbang bpk
2025-10-18
0
Dorothea.Celestyn Arwendaru
lanjut thor
aku suka nih
2025-11-03
0
Ds Phone
memang dia hamil
2025-09-22
0