Elfando meraih tangan Arumi, menggenggamnya dengan mantap seolah ingin menunjukkan pada semua orang siapa wanita di sisinya. Tatapannya tajam namun penuh kebanggaan saat menoleh ke arah Hansel dan Nayla.
“Pak Hansel…” suara Elfando berat, berwibawa. Ia menarik napas pelan sebelum melanjutkan, “perkenalkan, ini istri saya.”
Hansel sontak membeku, wajahnya menegang. Ujung bibirnya berusaha tersenyum, tapi justru terlihat kaku.
Elfando menoleh pada Arumi, lalu kembali ke arah Hansel. Senyumnya merekah tipis, namun tegas. “Dia cantik, bukan?” ucapnya, bangga tanpa ragu.
Nayla yang berdiri di samping Hansel nyaris kehilangan kata. Mulutnya sempat terbuka, namun tak ada suara yang keluar. Dadanya berdegup kencang, matanya menelusuri Arumi dari ujung kepala hingga kaki, dan baru saat itu ia benar-benar menyadari betapa elegan dan berkelasnya Arumi malam ini.
Hansel hanya menelan ludah, tatapannya terjebak antara kagum dan getir. Sementara itu, Arumi menunduk sopan, senyumnya lembut namun jelas menyiratkan ketenangan seorang wanita yang berada di tempatnya yang tepat,bukan lagi bayangan masa lalu yang bisa diinjak sesuka hati.
Elfando, dengan mata penuh kebanggaan, menambahkan sambil sedikit menepuk tangan Arumi, “Dan saya bersyukur, karena dia bukan hanya cantik, tapi juga wanita yang paling berharga dalam hidup saya.”
Ucapan itu membuat suasana di depan vila mendadak terasa berat. Nayla tercekat, wajahnya pucat pasi. Hansel hanya bisa terdiam, terperangkap dalam penyesalan yang makin menyesakkan dada.
Saat kedua orang itu masih berada di dalam keterkejutan Elfando menoleh pada menoleh pada pelayan senior yang sejak tadi berdiri, "Tolong persiapkan jamuan makan malam.”
“Baik, Tuan,” pelayan senior menunduk, lalu berlalu cepat.
Arumi hanya berdiri tenang, namun dari sudut matanya ia bisa melihat jelas perubahan ekspresi Nayla. Wanita itu masih berusaha menjaga wajah ramah, tetapi jemarinya yang meremas clutch di tangan sudah menunjukkan rasa tidak nyaman.
Elfando lalu melan…
The Price Of Affair
Bab: 81
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Mundri Astuti
romannya si ulet bulu masih punya nyali buat ganggu Arumi.
2025-08-24
0
Hariyanti
kyknya sasaran baru Nayla adalah elfando😤
2025-12-29
0
Ds Phone
kejut tak habis mana nak sorok muka kau
2025-09-23
0