Pagi itu, cahaya matahari menembus perlahan dari sela tirai sutra berwarna krem yang menutup sebagian jendela besar. Hangatnya cahaya masuk ke dalam kamar luas bernuansa putih, memberikan kesan tenang dan damai. Di atas ranjang king size, Arumi menggeliat pelan. Tangannya otomatis bergerak menyentuh perutnya yang mulai menonjol, lembut tapi hangat.
Senyum merekah di wajahnya. Lima bulan sudah ia mengandung buah hatinya dengan Elfando, dan setiap pagi seperti ini selalu terasa ajaib. Ada kehidupan di dalam tubuhnya, kehidupan kecil yang terus tumbuh, membuatnya lebih kuat, lebih berani, dan lebih bahagia dari sebelumnya.
Pintu kamar berderit pelan. Elfando muncul sambil membawa nampan kecil. Di atasnya ada segelas susu hangat, roti panggang, dan sepiring buah potong yang ditata rapi. Pria itu mengenakan kemeja putih yang digulung sampai siku, wajahnya tampak segar meski baru saja selesai rapat pagi lewat telepon.
“Selamat pagi, istriku yang cantik,” ucapnya sambil berjalan mendekat. “Bagaimana kabarnya calon ibu hari ini?”
Arumi tersenyum malu-malu, jemarinya refleks mengusap perut yang mulai membuncit. Hatinya bergetar penuh haru, merasakan betapa besar cinta Elfando yang selalu hadir setiap ia membuka m
Arumi terkekeh kecil. “Terlalu manis kamu, sayang.”
“Bukan manis, tapi fakta,” jawab Elfando dengan senyum percaya diri. Ia meletakkan nampan itu di meja samping ranjang lalu duduk di tepi ranjang, menatap wajah istrinya dengan penuh cinta.
Arumi menunduk, pipinya merona lembut, seakan seluruh dunia hanya milik mereka berdua. Hening pagi itu berubah hangat, dipenuhi tawa kecil dan tatapan penuh kasih yang tak terucap kata.
“Ini, sayang.” Elfando menyodorkan susu hangat yang ia bawa, senyumnya lembut seakan ingin memastikan sang istri merasakan perhatian penuh darinya.
Arumi menerima segelas susu dari tangan suaminya. “Aku baik. Bayinya juga sepertinya baik. Malam tadi dia menendang lagi.”
Elfando menunduk, tangannya perlahan menyentuh perut Arumi. Seolah bisa meras…
The Price Of Affair
Bab: 106
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
U Ase
bener, ko bisa tidak tau masalalu istrinya,,mulai mumet
2025-09-01
1
Marhama Mappangara
Ko bisa suaminya tdk tau nayla bukannya pernah di undang mkn mlm
2025-09-01
0
Erni Sasa
kenpa harus di ulang"lagi sih kan udah di bahas di bab"atas klw hansel meninggal bundir😖
2026-07-24
0