Di dalam ruangan VIP, suasana penuh tawa dan obrolan hangat. Gelas wine beradu pelan, hidangan mewah sudah tersaji di meja panjang berlapis linen putih.
“Sudah lama banget ya kita nggak kumpul kayak gini,” ujar salah satu pria dengan setelan jas biru tua, wajahnya sumringah.
“Iya, apalagi semua orang sekarang sibuk dengan karier masing-masing,” sambung seorang wanita berambut pendek, mengenakan gaun hijau zamrud yang terlihat mahal.
Percakapan pun bergulir, satu per satu mereka bercerita tentang kesuksesan yang telah diraih. Ada yang memamerkan perusahaan keluarga yang semakin besar, ada yang bangga karena sudah punya beberapa cabang butik, ada pula yang sibuk menceritakan kehidupan sosialita yang mewah.
Namun, dari semua obrolan itu, ada satu nama yang paling sering diangkat.
“Nayla memang luar biasa, dari dulu nggak pernah berubah,” ucap salah seorang sambil menoleh ke arahnya.
“Betul,” timpal yang lain dengan semangat. “Baik hati, sopan, selalu perhatian sama teman. Nggak heran sekarang dia jadi wanita sukses, anggun, dan makin cantik.”
Beberapa teman lain mengangguk setuju. Pujian demi pujian seakan mengalir tanpa henti ke arah Nayla.
Sosok itu duduk manis di kursinya, gaun biru safir membalut tubuhnya dengan elegan. Senyum hangatnya tampak begitu meyakinkan. Sesekali ia menunduk sopan, pura-pura merendah saat menerima sanjungan.
Namun, tiba-tiba seorang wanita angkat bicara.
“Eh, ngomong-ngomong, ada yang tahu kabar Arumi? Aku penasaran banget,” ujarnya sambil melirik ke sekeliling.
Seorang wanita lain dengan gaun hitam elegan mengangkat tangan, senyum tipis tersungging di bibirnya. “Aku kirim undangan ke rumahnya. Jadi harusnya malam ini dia datang.”
“Oh gitu?” sahut seorang pria, matanya membesar sedikit. “Wah, bakal menarik kalau dia muncul.”
Seketika beberapa pasang mata saling bertukar pandang, lalu senyum-senyum muncul dengan nada yang sulit ditebak.
“Arumi ya, aku dengar kabar terakhir, hidupnya nggak kayak yang kita bayangkan,” bisik seorang wanita deng…
The Price Of Affair
Bab: 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Wirda Wati
Kalau seperti itu reuninya...bagus Arumi ngga ikut...lebay banget
2025-08-30
0
Hariyanti
semangat.....✊ bikin mereka ga bisa tidur 🤗
2025-12-29
0
Taty Hartaty
bukannya tadi mau pake gaun merah
2025-11-14
0