Siang itu, suasana di perusahaan terasa lebih lengang. Beberapa karyawan sudah keluar untuk makan siang, sementara sebagian masih duduk di meja mereka, sibuk menuntaskan pekerjaan sebelum istirahat.
Ryan baru saja menutup laptopnya ketika suara ketukan ringan terdengar dari pintu ruang kerjanya. Ia mengangkat kepala, sedikit terkejut melihat sosok yang muncul di ambang pintu.
“Hilda?” panggilnya setengah ragu.
Perempuan itu masuk dengan senyum cerah, mengenakan gaun sederhana berwarna pastel yang membuatnya terlihat segar dan anggun di saat yang sama.
“Aku tidak salah kan, ini memang ruang kerjamu.” goda Hilda sambil menoleh ke sekeliling. “Kok lebih rapi dari yang kubayangkan. Apa kamu sengaja merapikan karena tahu aku akan datang?”
Ryan terbatuk pelan, buru-buru berdiri. “Aku… memang suka rapi, bukan karena kamu. Lagipula aku tidak tahu kamu akan datang.”
“Hmm… masa sih?” Hilda mengangkat alis, senyumnya makin lebar. Ia berjalan santai mendekat, seolah benar-benar menikmati melihat Ryan salah tingkah.
Ryan yang biasanya tegas dan dingin saat bekerja, kini terlihat tak nyaman. Tatapannya sempat melirik ke arah jam dinding, lalu kembali pada Hilda.
“Kamu, ada perlu apa ke sini?” tanyanya, mencoba menjaga nada suaranya tetap tenang.
Hilda menautkan kedua tangannya di depan tubuhnya, lalu menjawab dengan nada yang ringan tapi penuh arti.
“Aku mau ngajak kamu makan siang. Sebagai tanda terima kasih karena karena dua hari yang lalu kamu sudah menolongku. Kamu yang menjemput, mengantar pulang, bahkan sampai membuatkan sup.”
Ryan menggaruk tengkuknya, wajahnya sedikit memerah. “Ah, itu bukan apa-apa. Aku hanya melakukan apa yang memang harus kulakukan.”
“Tetap saja, aku berutang budi padamu. Jadi, ayo kita makan siang. Anggap saja traktiran terima kasih.”
Ryan sempat membuka mulut hendak menolak, tapi tatapan Hilda yang penuh keyakinan membuat kata-katanya tertahan. Mau tak mau, ia hanya bisa mengangguk kecil.
“Baiklah, kalau begitu, sebentar aku ambil jas.”
Mereka akhir…
The Price Of Affair
Bab: 59
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Rusmini Mini
idih idih kenapa jd pemalu sih Ryan /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
2025-08-29
0
Hariyanti
awas Ryan.... ntar diterkam Hilda 🤗
2025-12-28
0
Dorothea.Celestyn Arwendaru
Hilda yg cantik dan menggoda
2025-11-05
0