Lisa menatap Hansel dengan mata penuh kekhawatiran. “Kamu kenapa seperti ini, Hansel?” suaranya lembut namun tegas, mencoba menembus kabut kesedihan yang menyelimuti putranya.
Hansel tampak seperti orang yang hilang arah. Rambutnya kusut, wajahnya pucat, dan bau alkohol menyelimuti dirinya. Setiap kali mabuk, mulutnya tak henti-hentinya menggumamkan nama Arumi, seakan itulah satu-satunya hal yang masih tersisa dari hidupnya.
“Sampai kapan kamu mau begini?” tanya Lisa, menekankan setiap kata dengan ketegasan seorang ibu yang tak ingin melihat anaknya hancur.
Hansel menatap kosong ke arah lantai, suara seraknya nyaris tak terdengar jelas. “Sampai Arumi kembali sama aku,” ucapnya, bibirnya gemetar di antara pengaruh alkohol yang menyesakkan akal sehatnya.
Lisa menelan ludah, menahan sakit di hatinya. “Lupakan Arumi, kamu harus melanjutkan hidupmu,” pintanya, suaranya bergetar menahan air mata.
“TIDAK! Aku nggak akan melupakan Arumi!” Hansel berteriak, suaranya memecah kesunyian ruang itu, suaranya serak dan penuh kemarahan yang dipadu dengan kesedihan.
Suasana seketika hening, hanya terdengar napas Hansel yang tersengal dan detak jantungnya yang seperti memekik di telinga sendiri. Tubuhnya bergetar hebat, seolah amarah dan kesedihan yang ia pendam selama berbulan-bulan meledak sekaligus.
Lisa menatap putranya dengan mata berkaca-kaca. Hatinya hancur melihat sosok yang dulu kuat dan ceria kini terjerat dalam pusaran kesedihan yang tak terkendali. Tangannya ingin meraih Hansel, menenangkan, tapi ragu-ragu, takut justru menimbulkan kemarahan lebih.
“Hansel! Sadar!” Lisa melangkah lebih dekat, menahan lengan putranya, namun Hansel menepisnya dengan amarah yang tak terkendali.
“Semua ini.... semua ini karena mama! Karena mama yang nggak pernah mau menerima Arumi! Aku hancur… SEMUA HANCUR karena mama!” teriak Hansel, tubuhnya gemetar, seolah setiap kata menyalakan api kemarahan dan rasa sakit yang menumpuk selama bertahun-tahun.
Lisa berdiri terpaku, hatinya hancur melihat p…
The Price Of Affair
Bab: 96
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Wirda Wati
Lisa memang sableng.seharusnya mendekatkan diri pada sang pencipta
2025-08-31
0
Eris Fitriana
Haduuuh Dasar nenek lampir...emang cocok nya sama Dukun
2025-08-30
0
Hariyanti
bodoh 😤 anakmu bentar lagi gila
2025-12-29
0