Saat Arumi melewati satu pintu besi di ujung lorong, tiba-tiba sebuah tangan kuat menariknya.
“Eh...!” Arumi tersentak, belum sempat bereaksi, tubuhnya sudah ditarik masuk ke dalam sebuah ruangan.
Pintu langsung tertutup. Suara dentuman musik tiba-tiba teredam.
"Lepasin!" pekik Arumi, mencoba mendorong dada seseorang yang kini berdiri begitu dekat dengannya.
Tapi tubuhnya terlalu lemas, tangannya gemetar, dan pandangannya buram.
Cahaya remang dari lampu kecil di langit-langit ruangan itu memperlihatkan bayangan seorang pria, tinggi, wajahnya samar, dan tatapannya tajam.
"Lepas..." Teriak Arumi tanpa henti.
Namun bukannya melepaskan Arumi, pria itu malah menciumnya dengan bringas.
“Mmm…” Arumi berontak, mendorong tubuh pria itu sekuat tenaga, tapi tenaganya tak sebanding.
Pria itu seperti tak sadar dengan apa yang dia lakukan. Nafasnya terengah, tubuhnya menekan Arumi ke dinding. Mata Arumi membelalak, panik. Tangannya menampar, mendorong, tapi semua usahanya seolah tak berarti.
Pria itu baru melepaskan saat menyadari jika Arumi akan kehabisan nafas.
Pria itu baru melepaskan Arumi ketika ia menyadari bahwa Arumi hampir kehabisan nafas. Saat tubuh Arumi masih gemetar di lantai, pria itu, dengan suara serak dan penuh penyesalan, tiba-tiba berkata, "Tolong aku."
Rasa panas yang semakin menyiksa dengan nafsu yang membara kini merayap di sekujur tubuh pria itu. Napasnya memburu, tubuhnya gemetar tak terkendali, dan pandangannya mulai mengabur di antara kenyataan dan halusinasi.
"Seseorang, seseorang memasukkan obat ke dalam minumanku. Tolong aku..." suaranya parau, terdengar seperti rintihan yang keluar dari kedalaman tubuh yang berjuang menahan rasa yang tak wajar.
Arumi menatapnya dengan ngeri. Hatinya masih dicekam trauma atas perlakuan pria itu barusan, tapi kini ia melihat sosok yang berbeda, bukan pria yang barusan menyerangnya, melainkan seseorang yang benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Dia meraih belakang leher Arumi dan kembali menciumnya.
"Mmm…
The Price Of Affair
Bab: 24
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Endang Sulistia
mo kasian tapi kok lucu ya...
2025-10-24
0
Wirda Wati
ntar hamil baru tau rasa...
2025-08-28
0
Hariyanti
awas hamil 😒
2025-12-28
0