Pagi itu, cahaya matahari menembus kaca besar di lantai atas gedung perusahaan milik Elfando. Ruangannya terasa megah sekaligus dingin, dipenuhi aura wibawa sang pemilik. Elfando duduk di kursi eksekutifnya, jas hitamnya terlipat rapi, tatapannya menajam ke arah berkas-berkas di meja.
Ketukan terdengar di pintu.
“Masuk,” ucapnya singkat.
Ryan melangkah masuk, mengenakan setelan abu-abu dengan map kerja di tangan. “Anda memanggil saya, Pak Elfando?”
Elfando mengangguk, kemudian menatap Ryan dengan ekspresi serius. “Ya. Duduklah.”
Ryan menuruti, duduk di hadapan bosnya dengan tenang, meski ia bisa merasakan ada sesuatu yang besar akan dibicarakan.
Elfando membuka satu berkas, lalu menutupnya kembali, seakan hanya untuk memberi jeda. “Ryan, sudah saatnya kita mengakhiri kerja sama dengan perusahaan Hansel.”
Tanpa banyak bicara, Ryan langsung mengangguk. “Baik, Pak. Saya akan urus semuanya. Surat pemberhentian kerja sama akan saya siapkan hari ini juga.”
Elfando menatapnya dengan penuh keyakinan, lalu mengangguk pelan. Ia tahu konsekuensinya. Membatalkan kontrak sepihak jelas akan menimbulkan kerugian finansial. Namun, bagi Elfando, kerugian itu tidak ada apa-apanya dibanding harga diri dan ketenangan istrinya.
“Pastikan prosesnya berjalan rapi,” ucap Elfando mantap. “Saya tidak ingin terlihat gegabah. Biarkan publik berpikir bahwa ini murni keputusan bisnis. Tidak boleh ada celah yang bisa digunakan Hansel untuk menyerang balik.”
Ryan mencondongkan tubuh sedikit ke depan, menatap Elfando dengan penuh respek. “Mengerti, Pak. Saya akan membuat laporan alasan pemutusan kerja sama berdasarkan performa dan ketidakstabilan finansial perusahaan mereka. Itu akan terlihat profesional.”
“Bagus. Lakukan.” Elfando menutup map di hadapannya, jemarinya mengetuk pelan permukaan meja kayu hitam itu. Pandangannya tajam, namun tidak lagi tertuju pada Ryan, melainkan ke arah kaca besar yang menampilkan langit biru kota.
Sejak awal, kerja sama dengan perusahaan Hansel bukanlah sebuah kebu…
The Price Of Affair
Bab: 84
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Eris Fitriana
Ayoo Nayla berUlah lah lagii... biar kamu mendeka. di penjara... Orang yg iri dengki akan selalu mencari pembenaran menurut dirinya sendiri meskipun posisi nya sudah di ambang jurang kehamcuran...
2025-08-25
1
partini
ihhh ya ga bisa nyalahin dia seorang lah,
kamu jg andil kalau kamu kuat iman semua ga akan terjadi kamu jg ga bisa nahan
2025-08-26
0
Abi Aira
rasain kamu Hansel ,kmkan suka yg genit yg monoton ky Arumi di buang,nikmati hasilnya...,.😄😄😄
2026-01-17
0