Amplop cokelat itu tebalnya hampir satu senti. Isinya cukup untuk mimpi satu generasi.
Regan menimbang amplop kertas itu di telapak tangannya. Dua puluh lima juta rupiah tunai dalam tumpukan pecahan lima puluh ribu bergambar WR Supratman yang masih berbau tinta bank.
Asap rokok Dji Sam Soe mengepul tebal memenuhi ruangan pengap di lantai dua sebuah ruko tua kawasan Pasar Senen.
Koh Hendra mengusap keringat di lehernya yang berlipat ganda. Pria paruh baya itu adalah pemasok material kelas menengah yang kelaparan mencari proyek besar. Matanya menatap tajam, separuh takjub, separuh curiga melihat pemuda berpakaian lusuh yang baru saja mendiktekan rahasia negara di depannya.
"Informasi dari mana kamu bisa seakurat ini, Re?" suara Hendra serak, jemarinya mengetuk meja kayu jati. "Orang dalam Bappenas sekalipun nggak ada yang berani bocorin spesifikasi pipa proyek waduk Jatiluhur sebelum lelang resmi dibuka."
Regan memasukkan amplop itu ke balik jaket kanvasnya tanpa terburu-buru. Wajahnya datar. Tidak ada kilat serakah yang biasa terlihat dari para calo jalanan setiap kali menyentuh uang puluhan juta.
"Bapak nggak perlu tahu dapur saya." Regan menyandarkan punggungnya ke kursi. "Yang jelas, jam tiga sore nanti, pabrik di Cikarang bakal kehabisan stok pipa PVC dua belas inci karena diborong saingan Bapak dari Glodok. Kalau Bapak nggak gerak sekarang, Bapak kehilangan untung bersih lima ratus juta besok pagi."
Orang suruhan Hendra, pria tegap berjaket kulit sintetis, langsung menggebrak meja hingga gelas kopi bergetar hebat.
"Jangan nekat nipu Bos Hendra lo, Anak Kemarin Sore!" bentak pria tegap itu beringas. Tangan kanannya meraba sesuatu di balik pinggang celananya. "Lelang proyek pemerintah itu rahasia negara! Kalau lusa nggak ada pengumuman di koran, gue cari lo sampai ke lubang cacing. Kaki lo gue patahin!"
Regan bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arah pria tegap itu. Dia menatap lurus tepat ke pupil mata Hendra. Mengunci nyali bos material itu.
"Koran Kompas, halama…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
6. Modal Pertama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments