Herman menghentikan langkahnya di tepian tanggul tanah yang becek. Makelar properti itu berkali-kali menyeka lehernya yang basah oleh peluh dengan sapu tangan kusam. Sepatu pantofel kulitnya amblas sedalam mata kaki, terbenam dalam lumpur hitam Jakarta Utara yang berbau anyir garam bercampur sampah membusuk.
Di depan mereka, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan genangan air rawa keruh yang ditumbuhi tanaman eceng gondok liar. Angin laut bertiup kencang, membawa aroma payau yang mencekik tenggorokan siang itu.
"Gue nggak paham sama jalan pikiran lu, Re," keluh Herman, meludah ke arah kubangan air di bawah kakinya. "Kita baru aja lepas dari bankir tua sekelas Pak Soegeng di Cikini. Gue pikir lu mau ajak gue balik ke Sudirman atau Menteng buat urus ruko digital lu itu. Kenapa kita malah terdampar di ujung dunia ini?"
Regan berdiri tegak di sebelah Herman. Kaos oblong kusamnya berkibar diterpa angin laut. Sepatu kanvas hasil jahitan ulangnya kotor penuh noda tanah pekat, namun sorot matanya tetap jernih dan tajam mengunci titik-titik koordinat rawa di depannya.
"Sudirman itu catur hari ini, Bang," jawab Regan pelan. Suaranya datar, tidak terpengaruh oleh panas matahari yang membakar kulit lehernya. "Lumpur Kelapa Gading ini catur kita buat lima tahun ke depan."
Herman mendengus, menarik sebatang rokok Dji Sam Soe dari saku kemejanya. "Mimpi lu ketinggian, Re. Lu lihat tuh di sebelah barat. Cuma ada barisan pohon kelapa sama gubuk pemulung. Tanah di sini labil parah. Fondasi bangunan bisa amblas ke dalam perut bumi kalau lu nekat bikin ruko."
Nara melangkah maju melewati gundukan tanah merah yang basah. Gadis itu memakai kemeja flanel kotak-kotak yang lengannya digulung rapi hingga siku. Tas ransel kanvasnya tampak menggembung berat oleh tumpukan berkas. Jari jemarinya aktif membolak-balik lembaran cetak biru peta tata ruang kota Jakarta Utara tahun sembilan puluh tiga yang ia pinjam dari perpustakaan pusat.
"Secara teknis, hitungan Herman ada benarnya, Re," kata N…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
27. Lumpur Kelapa Gading
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments