Herman meletakkan amplop cokelat itu di atas meja kayu ruko Menteng. Suara hantaman kertas memutus deru kipas angin dinding yang berputar patah-patah.
Di luar, matahari siang membakar aspal dengan kejam, menyisakan kepulan uap dan bau solar kusam yang merayap masuk lewat celah ventilasi.
Regan tidak langsung membuka amplop itu. Ia mengambil secangkir kopi hitam yang mulai dingin, menyesapnya tanpa ekspresi.
"Orang-orang Logistik Pradana Mandiri benar-benar kelabakan sejak kemarin sore, Re," kata Herman sambil menarik kursi plastik. Keringat membasahi pelipisnya hingga minyak rambutnya meleleh ke dahi. "Bokapnya Tomy bolak-balik telepon bea cukai Priok, tapi semua pintu lobi dikunci rapat sama dinas inspektorat."
Regan menaruh cangkirnya. Jari-jari mudanya menarik amplop tersebut, mengeluarkan isinya dengan gerakan teratur.
Dua lembar foto hitam putih menampakkan Tomy Pradana sedang duduk di dalam mobil sedan Honda Civic Estilo merah bersama seorang pria berkacamata gelap. Lokasinya di sudut parkiran Hotel Kartika. Lembar kedua adalah salinan bukti setoran tunai senilai lima juta rupiah ke sebuah rekening bank swasta atas nama paman Tomy yang mengelola perusahaan percetakan di kawasan Palmerah.
"Tomy diam-diam menawarkan konsep agensi iklan milik Nara ke bokapnya semalam, Bang," ucap Regan datar. Kalimatnya dingin, memancarkan kalkulasi murni pria paruh baya yang sudah kenyang membedah pengkhianatan korporat.
Herman mengerutkan dahi, condong ke depan. "Maksud lu? Dia mau mencuri ide Nara?"
"Di kehidupan bisnis, ide itu murah, Bang. Jalur eksekusi yang mahal," Regan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi jati. "Tomy sengaja mendekati Nara bukan karena kagum. Dia diperintah bokapnya buat mengambil cetak biru pemasaran Mangga Dua yang Nara gambar di buku cokelat itu. Mereka mau memakai jalur percetakan pamannya buat membabat habis klien potensial Nara sebelum agensi Nara resmi terdaftar."
Herman menggelengkan kepala, mendengus sinis. "Bajingan kecil. Masih mahasisw…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
30. Bertingkah Seperti Pahlawan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments