39. Pintu Gerbang

"Gue nggak butuh lu jadi pahlawan kasihan yang melempar recehan proyek cuma karena muka gue kelihatan kusut habis ditolak, Re."

Nara menepis udara dengan punggung tangannya. Ia berdiri tegak di balik meja kayu ruko Menteng, napasnya memburu pendek memotong kesunyian ruangan. Matanya yang cokelat terang menyalang, memancarkan harga diri yang menolak mentah-mentah semua bentuk simpati murah.

Regan tidak membalas dengan oktaf suara yang tinggi. Ia melangkah tenang ke arah laci meja kerja jengki, mengambil sebuah kartu nama berbahan kertas linen tebal bertekstur kaku, lalu menggesernya perlahan melintasi permukaan kayu yang baret.

"Lu terlalu berisik buat ukuran orang yang kepingin punya agensi iklan terdaftar, Ra," Regan bersandaran santai pada tepi meja, melipat kedua tangannya di dada. Wajah mudanya tetap sedingin es, mengunci fokus Nara mutlak. "Gue nggak lagi memberi lu sedekah. Gue cuma mengembalikan pulpen lu yang kemarin tertinggal di atas draf pajak reklame."

Nara melirik kartu nama itu. Cetakan tinta emas di atasnya membentuk nama yang tidak asing di lingkaran kreatif Jakarta Pusat.

PT IndoMedia Pratama. Raditya Soegeng, Direktur Utama.

"IndoMedia?" Nara mengerutkan dahi, pensil kayu di jemarinya berhenti berputar. "Ini agensi butik yang memegang seluruh kampanye produk lokal Roxy. Mereka menolak puluhan lulusan luar negeri tiap bulan. Dari mana lu dapet akses langsung ke meja Raditya?"

"Pak Soegeng punya anak yang tidak mau meneruskan bisnis perbankan keluarganya," jawab Regan singkat. Karakter batin pria lima puluh delapan tahun miliknya memproses peta proksi masa depan dengan presisi bedah. "Raditya butuh cetak biru pemasaran lokal yang paham isi perut Glodok dan Mangga Dua untuk memotong dominasi agensi multinasional di Sudirman. Agensi lu punya data riil itu, Ra."

Nara menyipitkan matanya penuh selidik, mencoba mencari celah manipulasi di balik wajah kaku Regan. "Lu yang mengatur pertemuan ini dari balik layar?"

"Gue cuma menaruh berkas konsep lu di atas…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!