Sertifikat itu masih berbau tinta basah dari notaris.
Regan menatap lembaran kertas tebal berwarna hijau pudar itu di bawah lampu neon kantor notaris yang berkedip-kedip. Di atas meja kayu jati yang penuh noda kopi, stempel basah berwarna merah menyala masih terasa lengket. Dokumen itu menyatakan secara sah kepemilikan lahan seluas dua hektar di jantung Sudirman atas nama sebuah perusahaan cangkang: PT Samudera Inti.
Nama perusahaan yang asing. Sama asingnya dengan nama pemilik tunggalnya yang baru berusia sembilan belas tahun.
Handoko, sang notaris tua yang kacamata tebalnya selalu melorot ke ujung hidung, menyandarkan punggungnya ke kursi rotan yang berderit. Dia menghisap rokok kreteknya dalam-dalam, lalu mengembuskan asapnya ke langit-langit yang menguning.
"Gue udah puluhan tahun urus tanah di Jakarta, Re," ucap Handoko sambil mengetuk-ngetuk jemarinya di atas meja. "Tapi baru kali ini gue lihat anak kuliahan nekat ambil rawa di Sudirman pakai cara begini. Lo tahu nggak, orang-orang kaya sekarang lagi rebutan tanah di perumahan Bintaro. Sudirman itu... ya gitu deh. Masih banyak alang-alangnya."
Regan melipat sertifikat itu dengan gerakan perlahan. Sangat hati-hati, seolah dia sedang melipat peta harta karun.
"Bantaran Sudirman emang masih banyak alang-alangnya sekarang, Pak." Regan memasukkan dokumen itu ke dalam map cokelat. "Tapi alang-alangnya bakal berubah jadi beton paling mahal di Indonesia sebentar lagi."
Handoko tertawa kecil, suara tawanya kering seperti kertas tua. "Anak muda emang suka mimpi. Tapi lo beruntung bisa dapet harga segitu dari si Haryanto. Dia emang lagi kejepit banget."
"Bukan keberuntungan, Pak. Cuma waktu yang tepat."
Regan bangkit berdiri. Dia menjabat tangan Handoko. Genggamannya mantap, tidak ada ragu sedikit pun. Handoko merasakan sesuatu yang aneh dari anak muda ini. Matanya tidak memancarkan gairah khas remaja, melainkan ketenangan predator yang sudah kenyang makan asam garam dunia.
"Gue harap insting lo bener, Re. Kalau nggak, u…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
10. Tanah Pertama Dibeli
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments