Dion Hartawan duduk di barisan penggugat dengan dagu terangkat tinggi. Kemeja sutra garis-garis miliknya tampak rapi, dipadukan arloji emas yang sengaja ia pamerkan di atas meja kayu. Senyum songong tercetak jelas di wajah arogannya saat ia melirik ke arah pintu masuk.
Di sebelahnya, Hendra Santoso, kuasa hukum berbiaya mahal titipan keluarga Vera, sedang membolak-balik draf sengketa persil tanah Sudirman dengan jemari jemawa.
"Anak Benhil itu nggak bakal punya nyali buat nunjukin batang hidungnya hari ini, Yon," bisik Hendra Santoso sambil membetulkan letak kacamata bermerek kuno. "Calo agraria kita sudah mengunci data persil tahun delapan puluh lima di sistem manual wilayah. Di atas kertas, kepemilikan Samudera Inti cacat administrasi."
Dion mendengus hambar, menyandarkan punggung ke sandaran kursi jati. "Gue mau melihat muka pucat Regan saat juru sita membekukan aset ruko Menteng miliknya tepat jam sepuluh pagi ini."
Pintu ruang sidang utama didorong terbuka lambat.
Nara Wulandari melangkah masuk terlebih dahulu dengan gerakan propulsif. Gadis itu mengenakan kemeja katun putih bersih dan rok denim gelap bawah lutut. Tas ransel kanvasnya didekap erat di depan dada, mengunci fokus seluruh isi ruangan. Di belakangnya, Regan Saputra berjalan dengan langkah tenang yang hampir tidak wajar. Ia hanya memakai kemeja katun hitam polos tanpa dasi dan celana jeans pudar, namun aura calm predatory miliknya seketika menekan atmosfer ruang sidang menjadi senyap.
Herman mengekor di barisan paling belakang, memeluk map kulit buaya cokelat tua dengan sisa keringat dingin di pelipis.
Nara menarik kursi di meja tergugat, langsung menyusun tiga rangkap berkas sanggahan hukum perdata di atas meja kayu yang baret. Jari jemarinya aktif memilah lampiran dokumen tanpa ada getaran mikro kecemasan sedikit pun.
"Lu masih sempat bawa draf kuliah hukum lu ke sini, Ra?" cibir Dion dari seberang meja sidang, tawanya sengaja dikencangkan agar terdengar oleh panitera. "Gue saranin lu mundur sekar…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
44. Power Progression
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments