Lampu neon panjang di koridor Bangsal Kelas Tiga Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo berkedip-kedip, mengeluarkan dengung mekanik rendah yang menyiksa pendengaran.
Udara malam sisa gerimis Jakarta Timur terasa dingin parah menembus celah jendela kaca buram yang berdebu. Suara deru samar ambulans tua di kejauhan berpadu dengan langkah kaki suster berseragam putih kusam, menciptakan ritme kecemasan yang konstan.
Regan duduk kaku di atas kursi plastik biru di samping ranjang besi yang catnya mengelupas. Kedua tangannya bertumpu pada lutut celana jeans pudar miliknya.
Di atas ranjang, Pak Kusno terbaring dengan selang oksigen transparan menempel di hidungnya. Wajah tua pria jujur itu pucat pasi, garis-garis penuaan di dahinya melipat dalam menahan nyeri dada yang menusuk. Dada ringkihnya naik turun dengan tidak beraturan, terpaku pada monitor detak jantung model lama yang mengeluarkan bunyi bip pendek patah-patah.
Regan menatap telapak tangan bapaknya yang kasar penuh kapalan akibat puluhan tahun memegang mesin pintal kain pabrik.
Otak tua pria lima puluh delapan tahun di dalam tubuh remajanya mendadak lumpuh total oleh penyesalan yang pekat. Di kehidupan masa lalu, di malam yang sama pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tiga, Pak Kusno meninggal sendirian di kamar kontrakan Bendungan Hilir karena serangan jantung koroner. Saat itu, Regan sedang berada di luar kota, merangkak menjilat sepatu para direktur garmen keluarga Vera Santoso demi mendapatkan kontrak makelar properti pertama. Dulu, ia menukar napas bapaknya dengan tumpukan komisi saham yang kelak terbukti palsu.
Kali ini, takdir berdarah itu tidak akan ia biarkan berulang.
"Mas Regan," Herman melangkah masuk ke balik tirai pembatas kain hijau yang kusam, suaranya berbisik serak menembus keheningan bangsal. "Raditya Soegeng baru saja menelepon lewat pager gue. Dewan direksi PT IndoMedia sudah berkumpul di hotel Thamrin. Mereka butuh tanda tangan persetujuan likuiditas jalur komunikasi data faks kita sekara…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
45. Alasan Kenapa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments