23. Momen Krusial

Gedung harian cetak di kawasan Palmerah tersebut berbau sangat tajam. Perpaduan antara aroma tinta basah, tumpukan kertas buram, dan asap rokok kretek yang mengendap bertahun-tahun di plafon tripleks. Suara derak mesin tik manual saling bersahutan dari bilik wartawan, beradu bising dengan dering telepon putar yang terus menjerit meminta diangkat.

Kipas angin besi berputar lambat di sudut ruangan, gagal mengusir hawa panas Jakarta. Regan melangkah tenang melewati meja resepsionis yang kosong. Seorang petugas keamanan berseragam biru tua sempat berdiri untuk menegurnya. Regan hanya menoleh sekilas. Tatapan matanya yang dingin dan otoritatif membuat nyali satpam itu ciut seketika, mengira pemuda berkaos kerah ini adalah anak dari pemegang saham perusahaan.

Tanpa mengetuk, Regan mendorong pintu kayu bercat cokelat pudar dengan plakat kuningan bertuliskan "Pemimpin Redaksi".

Haris, pria paruh baya dengan kemeja safari abu-abu yang kancing perutnya nyaris lepas, mendongak kaget. Asap rokok Dji Sam Soe mengepul tebal dari mulutnya. Kacamata bacanya merosot ke ujung hidung.

"Siapa kamu? Mau cari sumbangan mahasiswa?" bentak Haris kasar. Tangannya menggebrak meja kerja yang penuh dengan coretan naskah dan cangkir kopi kotor. "Keluar! Jangan sembarangan masuk ruangan saya!"

Regan tidak merespons bentakan itu. Ia menarik kursi kayu berlapis jok sintetis robek di depan meja Haris, lalu mendaratkan tubuhnya dengan santai. Posturnya tegak. Tidak ada keraguan, tidak ada rasa terintimidasi. Ia menyilangkan kaki, memposisikan dirinya sebagai penguasa mutlak di ruangan tersebut.

"Saya mahasiswa berinisial R dari kampus kawasan Depok yang Bapak jadikan tajuk utama pagi ini," ucap Regan datar.

Ruangan itu mendadak hening.

Abu rokok dari sela jari Haris jatuh berantakan mengotori naskahnya. Pria tambun itu menelan ludah. Wajah arogan yang tadi ia tunjukkan luntur perlahan, digantikan oleh kebingungan yang bercampur kewaspadaan. Ia memindai pemuda di depannya. Tidak ada gurat kepanikan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!