Regan melangkah tenang melintasi tikar pandan yang ujungnya terkelupas, lalu memutar gagang pintu kayu yang engselnya berderit nyaring.
Sinar matahari pagi Jakarta menerobos masuk dengan brutal, menyilaukan mata sejenak. Bau tanah lembap sisa hujan badai semalam menguap ke udara, berbaur dengan aroma bumbu kacang dari pedagang gorengan di ujung gang Bendungan Hilir.
Nara berdiri di ambang pintu.
Gadis itu mengenakan kemeja katun rapi berlengan pendek dan celana jeans biru pudar. Rambut hitamnya diikat kuda tinggi. Tidak ada lagi sisa kepanikan atau amarah yang meledak ledak seperti malam sebelumnya. Wajahnya cerah. Napasnya teratur.
Di tangan kirinya, Nara menggenggam erat gulungan koran Pos Kota edisi pagi.
"Lu udah baca koran hari ini?" Nara melangkah maju satu tindak. Suaranya stabil, namun resonansinya dipenuhi getaran kelegaan yang luar biasa tebal.
Regan mengangguk santai. "Gue suruh Herman beli di perempatan jalan subuh tadi."
Nara membuka gulungan koran itu cepat. Ia meratakannya di atas meja kayu kecil yang mengotori teras kontrakan. Tinta cetak hitam itu menampakkan tajuk utama yang memakan seperempat halaman depan, menggeser berita kriminal harian.
KLARIFIKASI DAN PERMOHONAN MAAF: TUDUHAN PENCUCIAN UANG TIDAK BERDASAR.
Di bawah judul besar itu, tertulis ralat resmi dari pihak redaksi. Mereka membersihkan nama inisial R dan Toko Sinar Jaya sepenuhnya. Redaksi bahkan secara eksplisit mengakui kelalaian mereka, menyatakan bahwa informasi sebelumnya adalah murni fitnah dari narasumber anonim yang memiliki motif balas dendam pribadi. Tidak ada satupun aparat yang akan berani menyentuh Glodok setelah klarifikasi terbuka ini.
"Tetangga ruko bapak gue bungkam total pagi ini," ucap Nara. Tangannya mengusap permukaan koran itu seakan sedang memastikan huruf huruf itu nyata. "Beberapa dari mereka malah datang bawa teh manis sama jajanan pasar buat minta maaf ke bapak. Penjualan toko langsung normal."
Regan menyandarkan sebelah bahunya di kusen pintu. Posturnya do…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
24. Minta Maaf
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments