Lampu teras kontrakan bergoyang pelan ditiup angin, memantulkan bayangan tubuh tinggi Regan ke atas dinding semen yang retak.
Nara masih mematung di ambang pintu kontrakannya. Tangannya yang memegang map jepit hitam terlihat kaku. Deru napasnya yang semula memburu amarah, perlahan melambat, digantikan oleh kesunyian yang menuntut kejelasan.
Regan tidak memalingkan wajahnya seinci pun. Sepasang mata tajamnya mengunci iris cokelat Nara, memancarkan kesabaran murni seorang pria yang telah melintasi kematian demi momen ini.
"Gue nggak butuh lu berutang budi, Ra," ucap Regan rendah. Suaranya datar, tanpa getaran emosi berlebih, namun setiap kata terasa memiliki bobot yang menekan udara di sekitar mereka.
Nara menaikkan dagunya, berusaha mempertahankan sisa-sisa dinding pertahanannya yang mulai runtuh. "Terus lu mau apa, Re? Lu lepas uang sepuluh juta rupiah gitu aja buat agensi gue? Lu potong jalur Tomy seakan lu tahu dia bakal mengkhianati gue? Lu bertindak sepihak tanpa pernah nanya pendapat gue!"
"Gue tahu gimana rasanya kehilangan lu, Ra," potong Regan.
Kesunyian mendadak mencekik malam itu. Hanya suara gesekan sapu lidi tetangga sebelah ruko yang terdengar lamat-lamat di kejauhan.
Nara tertegun kaku. Kata-kata itu meluncur dari bibir Regan dengan intonasi yang kelewat berat untuk ukuran mahasiswa belasan tahun. Bukan deklarasi cinta yang manis atau rayuan puitis picisan kampus. Nada bicara Regan terdengar seperti rantaian penyesalan dari seorang pria yang telah hidup seabad penuh dan menanggung dosa yang salah.
"Maksud lu apa?" suara Nara mengecil, bergetar di balik kerongkongannya yang mendadak kering.
Regan melangkah maju satu tindak. Jarak di antara mereka terkikis habis hingga ujung sepatu kanvasnya yang bernoda lumpur Gading bersentuhan dengan sol sepatu kanvas Nara. Kehangatan tubuh Regan menerpa langsung kulit wajah Nara yang dingin oleh terpaan angin malam.
"Gue pernah membiarkan lu bertarung sendirian melawan dunia yang busuk, Ra," Regan merendahkan suar…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
33. Kesunyian yang Menuntut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments