Di sela keriuhan pedagang es cendol dan deru bising knalpot bus kota, sosok pengintai itu bergerak dinamis. Ia memegang gulungan koran Suara Pembaruan untuk menutupi separuh wajahnya setiap kali Regan melambatkan ayunan langkah.
Regan tidak mengubah ritme bot kulitnya. Kedua tangannya tetap masuk ke dalam saku celana jeans pudar.
Otak tua di tubuh mudanya langsung memetakan anatomi pergerakan di belakangnya. Kacamata pria lima puluh delapan tahun miliknya tidak bisa dikelabui oleh taktik spionase amatir era sembilan puluhan. Ini murni investigator swasta pesuruh Dion Hartawan.
Di garis waktu yang lama, Dion rutin memakai jasa mantan intelijen pelabuhan untuk menguliti kelemahan kompetitor sebelum meruntuhkan mereka lewat jalur hukum atau intimidasi fisik.
Regan memutar tubuhnya perlahan ke arah deretan ruko warung tenda di pinggir jalan raya.
Ia melangkah masuk ke sela kain terpal kusam, memilih duduk di kursi plastik biru warung kopi yang sepi pembeli. Bau minyak jelantah sisa gorengan berbaur dengan uap kopi tubruk yang pekat menyerang indera penciuman. Dari celah robekan kain terpal, mata predator Regan mengunci siluet berjas abu-abu yang kini mematung di dekat tiang listrik seberang jalan, berpura-pura melihat mading pengumuman warung telepon.
"Kopi hitam satu, Pak," perintah Regan datar kepada pemilik warung yang sedang sibuk mengelap gelas dengan kain lusuh.
Regan menarik napas panjang, mengisi paru-paru mudanya dengan udara lembap yang gerah. Ini momen napas tenang yang ia butuhkan untuk menyusun skenario counter-intelligence.
Bagi pembaca di platform manapun, siklus dopamin harus ditarik tegang sebelum pembalikan situasi dimulai. Dion mengira ia sedang memburu anak buruh pabrik kain yang kebetulan beruntung memegang kuasa PT Samudera Inti. Maka, Regan akan menyajikan sebuah ilusi. Ia akan membiarkan umpan finansial palsu tertanam di dalam laporan investigator tersebut, membuat Dion melangkah menuju ranjau darat hukum perdata berikutnya dengan penuh perca…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
37. Investigator Swasta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments