"Lu gila, Re! Lu menyuruh gue jual dua petak tanah Sudirman yang baru kita amankan minggu lalu?"
Herman membanting cangkir kopi sengnya ke atas meja kayu ruko Menteng. Air kopi hitam yang pekat tumpah, membasahi sebagian kertas blueprint jaringan komunikasi data milik CV Net Baru Indonesia. Napas makelar properti itu memburu kasar. Sinar matahari siang Jakarta tahun sembilan puluh tiga menembus celah ventilasi, menyinari pelipis Herman yang basah oleh keringat dingin.
Regan tidak mengalihkan pandangannya dari lembaran koran Bisnis Indonesia edisi pagi. Jari-jari mudanya tetap stabil, melipat halaman ekonomi internasional dengan gerakan teratur.
"Jual semua aset spekulatif yang kita pegang sebelum akhir bulan ini, Bang," ucap Regan datar. Suaranya jernih, membawa otoritas dingin seorang konglomerat lima puluh delapan tahun yang tahu kapan seluruh papan catur finansial Asia Tenggara akan runtuh.
Herman berdiri dari kursi plastiknya hingga berdecit nyaring. "Sudirman itu emas, Re! Harganya baru aja naik pasca lelang jumat kemarin! Orang-orang berebutan mau ambil kapling di sana, lu malah mau lepas semuanya demi memegang dollar tunai di laci?"
"Dollar tunai itu yang bakal bikin kita tetap bernapas saat rupiah berubah jadi tumpukan kertas koran kiloan, Bang," Regan menaruh korannya, menatap lurus ke pupil mata Herman.
Nara melangkah masuk dari arah tangga besi bawah. Langkah kaki gadis itu terdengah tegas, membawa tas kanvas yang tersampir erat di bahu kanan. Rambut hitamnya yang diikat ekor kuda tampak sedikit basah oleh sisa gerimis Pasar Baru. Ia menaruh tumpukan map hukum baru berkop PT IndoMedia Pratama langsung ke atas meja, tepat di sela tumpahan kopi.
"Ada yang nggak beres di ruang baca perpustakaan pusat tadi pagi, Re," Nara menarik kursi lipat besi di sebelah Regan tanpa canggung. "Gue sengaja membedah kliping koran ekonomi internasional setahun terakhir. Neraca pembayaran luar negeri kita defisit parah. Utang swasta jangka pendek melonjak sampai angka yang ng…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
40. Pakai Dollar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments