Nara menatap kertas tebal di tangannya dengan tidak percaya. Logo emas National University of Singapore berkilau di bawah lampu teras rumahnya yang temaram.
Lembaran itu menyatakan pembatalan nama Vera Santoso karena ketidaksesuaian administrasi, digantikan oleh nama Nara Wulandari sebagai peraih beasiswa penuh.
"Ini nggak mungkin," gumam Nara, suaranya bergetar. Ibu jari tangannya mengusap stempel basah di pojok bawah surat. Asli. Bukan mimpi.
Satu jam kemudian, gempar melanda area kampus.
Papan pengumuman fakultas hukum yang kemarin dipenuhi makian tersembunyi, kini dipadati mahasiswa yang melongo. Lembar ketikan mesin tik yang lama sudah dicopot, diganti kertas baru dengan paraf langsung dari Profesor Waluyo. Nama Vera lenyap. Nama Nara bertengger di posisi paling atas dengan tinta hitam tebal.
Vera Santoso berdiri di depan papan itu dengan napas memburu. Tas jinjing mahalnya terayun kasar, menabrak pinggiran lemari pengumuman. Wajahnya yang biasa dipoles bedak mahal kini tampak merah padam.
"Ini pasti salah! Nggak bisa begini!" pekik Vera, tidak memedulikan tatapan miring puluhan mahasiswa di sekitarnya.
"Kenapa, Ver? Kemarin bilang kerja keras nggak mengkhianati hasil," sindir sebuah suara dari kerumunan. Gelak tawa langsung pecah.
Vera berbalik cepat, matanya mencari-cari sumber suara, tapi yang dia temukan justru Nara yang baru saja tiba. Nara berjalan tenang, membawa buku catatan hukum perdata di dadanya. Kepalanya tegak.
"Lo! Lo pasti pakai cara licik kan, Nara?" tuduh Vera, jarinya menunjuk tepat di depan wajah Nara. "Bokap lo cuma PNS rendahan! Nggak mungkin bisa ngegeser nama gue tanpa main belakang!"
Nara menurunkan tangan Vera dengan punggung tangannya. Gerakannya santai tapi bertenaga. "Gue nggak perlu main belakang buat ngambil yang emang punya gue, Vera. Nilai ujian gue mutlak. Semua orang di sini tahu itu."
"Gue bakal lapor bokap gue! Kampus ini bakal kehilangan donatur terbesar kalau nama gue dicoret!" ancam Vera, suaranya melengking tinggi, ham…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
12. Kalah Telak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments