"Gimana bisa anak Bendungan Hilir ini masuk radar analisis investasi?" suara Dion parau, urat lehernya menonjol tegang menahan pedihnya harga diri yang runtuh.
Anton berdiri di dekat lemari arsip baja yang catnya mengelupas. Pemuda itu terus menyeka dahinya dengan sapu tangan handuk kusam yang mulai lepek oleh keringat. Kipas angin dinding di langit-langit berputar lambat dengan derit konstan, gagal mengusir panas pengap Jakarta siang itu.
"Data kliring dari Bank Industri Negara menunjukkan nama Regan sebagai penerima kuasa penuh PT Samudera Inti, Yon," Anton meletakkan selembar nota salinan kliring bank swasta ke meja. "Dia bukan sekadar perantara lagi. Orang-orang di pasar modal mulai kasak-kusuk. Mereka pikir Regan itu anak emas yang sengaja disembunyikan oleh konsorsium Surabaya buat caplok aset sengketa di Jakarta."
Dion meraih nota itu dengan gerakan beringas. Matanya yang merah memindai barisan angka nominal transfer. Dua puluh juta dari Sukardi, pembebasan lahan Sudirman, hingga pembatalan sepihak sita ruko Glodok milik Wirawan. Semua jalan buntu yang menghantam bisnisnya sebulan terakhir ini selalu menyisakan jejak satu nama di ujung dokumen hukumnya.
Regan Saputra.
Anak buruh pabrik kain yang biasanya hanya duduk membisu di pojok kantin fakultas ekonomi dengan kaos oblong loakan bapaknya.
"Dia sengaja pura-pura miskin di depan kita," Dion meremas kertas nota bank itu hingga berwujud bola padat, lalu melemparnya kasar ke sudut ruangan. "Dia membiarkan gue koar-koar soal dana seminar di kampus, dia membiarkan gue meremehkan rumah kontrakannya, semuanya cuma biar gue lengah saat menandatangani klausa jaminan rumah keluarga gue!"
"Kita harus batalkan kontrak pengadaan kabel itu lewat pengadilan negeri, Yon," kejar Anton panik. "Senin jam sepuluh pagi besok giro lu kosong. Kalau kurir perdata Samudera Inti datang bawa juru sita ke rumah nyokap lu, nama keluarga lu hancur di lingkaran elit Jakarta!"
Dion memukul meja kaca kantornya dengan telapak tangan terbuka…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
36. Anak Emas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments