Nara menaruh lembaran kertas linen tebal bertekstur kaku itu di atas meja kayu ruko Menteng. Huruf-huruf cetak timbul berwarna keemasan memantulkan pendar temaram lampu pijar, berkilau di antara tumpukan kabel tembaga modem US Robotics yang berserakan.
Bau kertas baru bercampur aroma bubuk kopi hitam yang baru diseduh menyelimuti ruang kerja pengap tanpa pendingin udara siang itu.
Di luar jendela ruko, bisingnya klakson Metromini dan deru diesel bus tingkat dari jalur lambat Salemba terdengar konstan, membawa hawa gerah Jakarta tahun sembilan puluh tiga yang merayap masuk lewat celah ventilasi.
Regan tidak mengalihkan pandangannya dari layar monitor tabung IBM empat belas inci. Cahaya hijau kusam memantulkan garis rahang mudanya yang beku.
"Raditya Soegeng tidak membuang waktu buat ketok palu, Ra," ucap Regan datar. Suaranya rendah, membawa otoritas dingin seorang pria lima puluh delapan tahun yang sudah selesai menghitung takdir.
Nara menarik kursi lipat besi di sebelah Regan, duduk dengan gerakan propulsif. Kemeja katun putih polosnya tampak sedikit kusut di bagian siku, sementara tas kanvasnya didekap erat di depan dada. Sepasang mata cokelat terangnya menyala penuh kepuasan murni yang luar biasa tebal.
"Firma hukum rekanan bapaknya Raditya baru saja memvalidasi kontrak agensi iklan gue satu jam lalu, Re," Nara condong ke depan, memangkas jarak privasi di antara mereka. Jarak dada mereka menyempit, membiarkan aroma manis sabun mandi melati murahan yang khas dari kulit lehernya menguasai seluruh ruangan. "Gue resmi memegang penuh kampanye komersial produk elektronik Roxy mulai senin esok. Seluruh desainer senior lulusan luar negeri di kantor IndoMedia sekarang berada di bawah instruksi draf pemasaran gue."
Nara menolak menjadi karakter pasif yang sekadar menerima hadiah. Ia memenangkan posisi prestisius ini murni karena ketajaman analisis lajur ganda miliknya yang sukses membantai dominasi calo Sudirman di meja negosiasi Pasar Baru semalam.
Regan mengambil cang…
Taipan Reborn: Mengubah Takdir Wanita Yang Kucintai
50. Kartu Nama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments